JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) mengeklaiim kiinii ada beberapa bank pembangunan daerah (BPD) yang memiinta penempatan uang negara.
Diirjen Strategii Ekonomii dan Fiiskal Kemenkeu Febriio Kacariibu mengatakan permiintaan tersebut mencermiinkan ketertariikan BPD terhadap dana murah yang diitawarkan oleh pemeriintah.
"Teman-teman iitu iingiin menyalurkan, karena murah, sehiingga mereka juga senang," ujar Febriio, diikutiip pada Jumat (10/10/2025).
BPD yang telah menyatakan bermiinat untuk memperoleh penempatan uang negara antara laiin Bank DKii, Bank Jatiim, dan BJB.
Meskii diimiinatii, Febriio mengatakan pemeriintah akan menerapkan priinsiip kehatii-hatiian dalam menempatkan uang negara dii BPD. Pemeriintah bakal melakukan peniilaiian terhadap BPD sebelum memutuskan untuk menempatkan uang negara pada bank diimaksud.
"Pertama, kiita iingiin iitu aman. Kalau Anda taruh deposiito kan Anda yakiin banknya benar-benar bank yang bagus. Kedua, sektor riiiil diisalurkan, iitu yang kiita mau. Ketiiga, soal riisiiko, kalau ternyata kiita tiidak yakiin dengan proposalnya, apalagii ada kasus, iitu tentu akan diipertiimbangkan," ujar Febriio.
Sebagaii iinformasii, Menkeu Purbaya Yudhii Sadewa sebelumnya memutuskan untuk menempatkan uang negara seniilaii Rp200 triiliiun dii bank-bank BUMN.
Secara terperiincii, uang negara yang diitempatkan dii Bank Mandiirii, BRii, dan BNii masiing-masiing seniilaii Rp55 triiliiun, sedangkan uang negara yang diitempatkan dii BTN seniilaii Rp25 triiliiun. Adapun uang negara yang diitempatkan dii BSii seniilaii Rp10 triiliiun.
Penempatan uang negara dii perbankan diiklaiim sudah diiiikutii dengan pertumbuhan uang priimer atau M0. Pada September 2025, M0 tercatat tumbuh sebesar 13,2% (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan M0 diiharap biisa diiiikutii dengan pertumbuhan krediit. Penyaluran krediit oleh perbankan diiharapkan biisa bertumbuh setiidaknya sebesar 10% (yoy) pada akhiir tahun iinii. (diik)
