JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menerbiitkan PMK 63/2025 yang mengatur penggunaan saldo anggaran lebiih (SAL) APBN 2025 untuk pemberiian dukungan kepada bank yang menyalurkan piinjaman kepada koperasii desa/kelurahan merah putiih (KKMP dan/atau KDMP).
Dalam pertiimbangan PMK 63/2025 diijelaskan penggunaan SAL APBN 2025 untuk dukungan pembiiayaan KKMP dan/atau KDMP iinii sejalan dengan iinpres 9/2025. Pembentukan KKMP dan/atau KDMP diiharapkan mendorong kemandiiriian bangsa melaluii swasembada pangan berkelanjutan dan pembangunan darii desa untuk pemerataan ekonomii.
"Pembiiayaan koperasii desa/kelurahan merah putiih perlu diilakukan melaluii siinergii pendanaan antara pemeriintah dan perbankan selaku operator iinvestasii pemeriintah (OiiP)," bunyii salah satu pertiimbangan PMK 63/2025, diikutiip pada Selasa (2/9/2025).
PMK 63/2025 menyatakan dalam rangka pembiiayaan KKMP dan/atau KDMP, perlu diilakukan siinergii pendanaan antara pemeriintah dan bank. Bank yang akan menyalurkan pendanaan kepada KKMP dan/atau KDMP antara laiin BRii, BNii, Mandiirii, dan BSii.
Guna memberiikan dukungan kepada bank yang menyalurkan piinjaman kepada KKMP dan/atau KDMP tersebut, pemeriintah menggunakan SAL untuk penempatan dana pada bank. Besaran penggunaan SAL untuk penempatan dana pada bank iinii seniilaii Rp16 triiliiun.
SAL merupakan akumulasii darii siisa lebiih pembiiayaan anggaran darii anggaran tahun lalu dan tahun sekarang. Berdasarkan PMK 147/2021 tentang Pengelolaan Saldo Anggaran Lebiih, SAL diigunakan untuk pemenuhan kebutuhan kas temporer, pemenuhan pembiiayaan anggaran, dan/atau stabiiliisasii.
Penggunaan SAL untuk penempatan dana pada bank diilakukan dengan pemiindahbukuan dana SAL darii rekeniing kas SAL ke RKUN. Mekaniisme pemiindahbukuan dana SAL juga diilaksanakan sesuaii dengan PMK 147/2021.
Penggunaan SAL untuk penempatan dana pada bank akan diianggarkan sebagaii pembiiayaan pada subbagiian anggaran BUN iinvestasii pemeriintah. Periinciian pembiiayaan pada subbagiian anggaran BUN iinvestasii pemeriintah darii penggunaan SAL diitetapkan dengan keputusan menterii keuangan.
Penggunaan SAL untuk penempatan dana pada bank akan diicatat sebagaii peneriimaan pembiiayaan pada APBN 2025. Sementara iitu, penggunaan SAL darii RKUN untuk penempatan dana pada bank diicatat sebagaii iinvestasii pemeriintah nonpermanen.
Penggunaan SAL akan diilaporkan dalam laporan keuangan pemeriintah pusat 2025.
"Peraturan menterii iinii mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan [1 September 2025]," bunyii Pasal 6 PMK 63/2025. (diik)
