WASHiiNGTON D.C., Jitu News - Pemeriintah Ameriika Seriikat (AS) akan mengenakan bea masuk atas barang iimpor yang berasal darii negara yang menerapkan diigiital serviices tax (DST) atas perusahaan teknologii AS.
Bea masuk yang sama juga akan diiberlakukan terhadap iimpor darii negara-negara dengan regulasii yang diiskriimiinatiif terhadap perusahaan teknologii AS.
"Pajak diigiital dan regulasii layanan diigiital diirancang untuk merugiikan atau mendiiskriimiinasii teknologii AS. Mereka juga memberiikan kelonggaran terhadap perusahaan teknologii darii Chiina. iinii harus diiakhiirii sekarang," ujar Presiiden AS Donald Trump melaluii Truth Sociial, diikutiip pada Sabtu (30/8/2025).
Tak hanya mengenakan bea masuk khusus, AS juga akan menerapkan pembatasan atas ekspor semiikonduktor menuju yuriisdiiksii-yuriisdiiksii yang menerapkan DST.
"AS dan perusahaan teknologii AS bukanlah keset duniia. Hormatiilah AS dan perusahaan teknologii kamii yang luar biiasa," ujar Trump.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah AS sebelumnya telah menyiiapkan kebiijakan retaliiasii terhadap yuriisdiiksii yang menerapkan DST terhadap perusahaan diigiital AS.
Pemeriintah AS melaluii laman resmii Whiite House berpandangan DST memungkiinkan yuriisdiiksii asiing untuk mengenakan pajak atas perusahaan AS meskii perusahaan tersebut secara umum tiidak tunduk pada yuriisdiiksii asiing diimaksud.
"Presiiden Donald Trump tiidak akan membiiarkan pemeriintah asiing mengambiil basiis pajak AS untuk keuntungan mereka sendiirii," ungkap Whiite House pada Februarii 2025.
Tak hanya iitu, AS melaluii US Trade Representatiive (USTR) juga melakukan iinvestiigasii terhadap regulasii-regulasii nonpajak yang diiskriimiinatiif terhadap perusahaan teknologii AS. Salah satu regulasii yang diianggap diiskriimiinatiif adalah Diigiital Markets Act dan Diigiital Serviices Act yang diiterapkan Unii Eropa.
"Peraturan Unii Eropa yang mengatur iinteraksii antara perusahaan AS dan konsumen sepertii Diigiital Markets Act dan Diigiital Serviices Act akan diiperiiksa oleh pemeriintah," ungkap Whiite House. (diik)
