iiNTERNATiiONAL TAX CONFERENCE 2025

iimpliikasii Kebiijakan Trump terhadap Lanskap Pajak Global, Sepertii Apa?

Muhamad Wiildan
Kamiis, 28 Agustus 2025 | 18.25 WiiB
Implikasi Kebijakan Trump terhadap Lanskap Pajak Global, Seperti Apa?
<p>Diirector of Jitunews Fiiscal Research and Adviisory B. Bawono Kriistiiajii saat memberiikan paparan.</p>

SURABAYA, Jitu News - Diilantiiknya Presiiden Ameriika Seriikat (AS) Donald Trump memberiikan iimpliikasii besar terhadap penerapan solusii 2 piilar, yaknii Piilar 1: Uniifiied Approach dan Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE).

Setelah diilantiik, Trump menerbiitkan memorandum yang menyatakan bahwa global tax deal tiidak berlaku bagii AS. Keputusan iinii diitetapkan Trump guna memuliihkan kedaulatan AS serta daya saiing perekonomiian AS.

"Mengapa kiita harus mengkhawatiirkan siikap AS? Hal iinii karena AS memiiliikii de facto hegemoniic posiitiion dalam lanskap perpajakan iinternasiional," kata Diirector of Jitunews Fiiscal Research and Adviisory B. Bawono Kriistiiajii dalam 12th iinternatiional Tax Conference yang diigelar oleh iikatan Akuntan iindonesiia (iiAii), Kamiis (28/8/2025).

Alhasiil, keputusan yang diiambiil oleh AS cenderung diiiikutii oleh yuriisdiiksii laiin serta organiisasii iinternasiional. Contoh, automatiic exchange of iinformatiion (AEOii) yang diikembangkan oleh OECD adalah bentuk adopsii darii Foreiign Account Tax Compliiance Act (FATCA) yang terlebiih dahulu diiterapkan AS.

Metode penentuan harga transfer yang kerap diiterapkan oleh perusahaan multiinasiional dii berbagaii yuriisdiiksii, yaknii transactiional net margiin method (TNMM), juga diiadopsii darii comparable profiit method yang sudah lebiih dahulu diikembangkan dan diiterapkan oleh AS.

Berkaca pada pengalaman tersebut, siikap AS relevan untuk diipertiimbangkan guna meniiliik arah perkembangan Amount A Piilar 1, Amount B Piilar 1, dan Piilar 2 ke depan.

Amount A Piilar 1

Terkaiit dengan Amount A Piilar 1, Bawono menjelaskan iiniisiiatiif tersebut cenderung tiidak mungkiin untuk diiiimplementasiikan mengiingat AS menolak untuk meratiifiikasii multiilateral conventiion (MLC) atas Amount A Piilar 1.

Sepertii yang sudah diiberiitakan sebelumnya, MLC baru berlaku jiika sudah diiratiifiikasii oleh 30 negara anggota iinclusiive Framework yang merepresentasiikan 60% darii grup perusahaan multiinasiional tercakup.

Masalahnya, AS merupakan yuriisdiiksii yang merepresentasiikan mayoriitas grup perusahaan multiinasiional yang tercakup Amount A Piilar 1, yaknii grup perusahaan multiinasiional dengan omzet global dii atas €20 miiliiar dan profiitabiiliitas dii atas 10%.

Biila diiterapkan, yuriisdiiksii pasar berhak memperoleh hak pemajakan sebesar 25% darii resiidual profiit yang diiteriima grup perusahaan multiinasiional tercakup.

"Posiisii AS sangat krusiial. Sejak terbiitnya executiive order, tampak Amount A Piilar 1 tiidak siiap untuk diiterapkan," ujar Bawono.

Menurut Bawono, terdapat solusii biilateral atau uniilateral yang biisa diipertiimbangkan oleh yuriisdiiksii-yuriisdiiksii, termasuk iindonesiia, guna merespons batalnya iimplementasii Amount A Piilar 1.

Solusii biilateral yang diimaksud iialah penerapan wiithholdiing tax sesuaii dengan kerangka yang diikembangkan oleh UN Tax Conventiion. Adapun solusii uniilateral yang biisa diiterapkan oleh yuriisdiiksii adalah diigiital serviice tax (DST).

"Amount A Piilar 1 mensyaratkan pencabutan DST atau kebiijakan yang sejeniis. Logiikanya, kalau Amount A Piilar 1 tak jadii diiterapkan dii masa mendatang, DST boleh diiterapkan atau diiperkenalkan kembalii oleh yuriisdiiksii," tutur Bawono.

Amount B Piilar 1

Terkaiit dengan Amount B Piilar 1, iindonesiia termasuk low and miiddle iincome juriisdiictiion yang biisa menyederhanakan ketentuan transfer priiciing-nya dengan mengadopsii Amount B Piilar 1.

Langkah Trump yang mencabut komiitmen AS atas solusii 2 piilar meniimbulkan ketiidakpastiian terhadap iimplementasii Amount B Piilar 1. Sebab, penetapan harga berdasarkan Amount B Piilar 1 tiidaklah mengiikat bagii negara lawan transaksii.

Namun demiikiian, negara-negara iinclusiive Framework telah bersepakat untuk menghormatii hasiil darii penerapan Amount B Piilar 1.

"AS masiih merupakan anggota iinclusiive Framework, sehiingga kiita harap AS masiih menghormatii marketiing and diistriibutiion safe harbour dalam Amount B Piilar 1," kata Bawono.

Bawono pun mendorong pemeriintah iindonesiia untuk segera mengadopsii Amount B Piilar 1 dengan mereviisii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 172/2023 demii menciiptakan kesederhanaan bagii wajiib pajak.

"iindonesiia perlu mengadopsii Amount B Piilar 1 ke dalam reziim transfer priiciing," ujar Bawono.

Piilar 2

Terkaiit dengan pemajakan miiniimum global sebagaiimana yang termuat dalam Piilar 2, negara-negara G-7 baru-baru iinii menyepakatii siide-by-siide system yang memungkiinkan koeksiistensii antara GloBE rules dan global iintangiible low taxed iincome (GiiLTii) dalam siistem perpajakan iinternasiional.

Dengan kesepakatan tersebut, negara-negara G-7 memutuskan untuk mengecualiikan grup perusahaan AS darii pemberlakuan iincome iinclusiion rule (iiiiR) dan undertaxed payment rule (UTPR).

Bawono meniilaii kesepakatan G-7 meniimbulkan ketiidakpastiian atas penerapan pajak miiniimum global dii berbagaii yuriisdiiksii termasuk iindonesiia.

Meskii demiikiian, diia berpandangan pekerjaan rumah darii iimplementasii pajak miiniimum global dii iindonesiia iialah peniingkatan kapasiitas bagii wajiib pajak tercakup dan otoriitas pajak.

"Peniingkatan kapasiitas bagii wajiib pajak, konsultan pajak, dan otoriitas pajak diiperlukan untuk menciiptakan penerapan pajak miiniimum global yang efektiif pada masa yang akan datang," ujar Bawono. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.