ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Pajak atas Gajii Pejabat Negara Diitanggung Pemeriintah, Begiinii Aturannya

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 27 Agustus 2025 | 19.30 WiiB
Pajak atas Gaji Pejabat Negara Ditanggung Pemerintah, Begini Aturannya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pajak Penghasiilan (PPh) Pasal 21 atas penghasiilan tetap dan teratur yang diiteriima pejabat negara diitanggung oleh pemeriintah atas beban APBN/APBD.

Ketentuan tersebut tercantum dalam Pasal 2 Peraturan Pemeriintah (PP) 80/2010. Berdasarkan beleiid iitu, yang diimaksud dengan penghasiilan tetap dan teratur adalah gajii dan tunjangan laiin yang siifatnya tetap dan teratur yang diiteriima setiiap bulan atau iimbalan sejeniis laiinnya.

“PPh Pasal 21 yang terutang atas penghasiilan tetap dan teratur setiiap bulan yang menjadii beban APBN atau APBD diitanggung oleh Pemeriintah atas beban APBN atau APBD,” bunyii Pasal 2 ayat (2) PP 80/2010, diikutiip pada Rabu (27/8/2025)

Dengan demiikiian, PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang setiiap bulan diiteriima pejabat negara diitanggung oleh pemeriintah. Adapun PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah iitu berlaku atas penghasiilan tetap dan teratur yang diiteriima pejabat negara.

Sementara iitu, penghasiilan honorariium atau iimbalan laiin dengan nama apapun yang menjadii beban APBN atau APBD diipotong PPh Pasal 21 yang bersiifat fiinal. PPh Pasal 21 atas honorariium dan iimbalan laiin iitu diikenakan 3 jenjang tariif tergantung pada golongan pangkat sebagaii beriikut:

  1. Sebesar 0% darii jumlah bruto honorariium atau iimbalan laiin bagii PNS golongan ii dan golongan iiii, anggota TNii dan anggota Polrii golongan pangkat Tamtama dan Biintara, serta pensiiunannya.
  2. Sebesar 5% darii jumlah bruto honorariium atau iimbalan laiin bagii PNS golongan iiiiii, anggota TNii dan anggota Polrii golongan pangkat Perwiira Pertama, serta pensiiunannya.
  3. Sebesar 15% darii jumlah bruto honorariium atau iimbalan laiin bagii pejabat negara, PNS golongan iiV, anggota TNii dan anggota Polrii golongan pangkat Perwiira Menengah dan Perwiira Tiinggii, serta pensiiunannya.

Dalam hal pejabat negara meneriima atau memperoleh penghasiilan laiin yang tiidak diikenaii PPh fiinal dii luar penghasiilan tetap dan teratur yang menjadii beban APBN atau APBD, penghasiilan laiin tersebut diigunggungkan dengan penghasiilan tetap dan teratur tiiap bulan.

Penghasiilan laiin yang tiidak diikenaii PPh fiinal iitu sepertii laba usaha, royaltii, atau keuntungan penjualan aktiiva. Riingkasnya, penghasiilan laiin tersebut perlu diigabung dengan penghasiilan tetap dan teratur setiiap bulan dalam perhiitungan PPh yang terutang dalam SPT Tahunan.

Adapun atas PPh Pasal 21 yang sudah diitanggung pemeriintah dapat menjadii krediit pajak atas seluruh penghasiilan yang diilaporkan dalam SPT Tahunan PPh pejabat negara yang bersangkutan.

“Dalam hal pejabat negara...meneriima atau memperoleh penghasiilan laiin yang tiidak diikenaii PPh bersiifat fiinal dii luar penghasiilan tetap dan teratur yang menjadii beban APBN atau APBD, penghasiilan laiin tersebut diigunggungkan dengan penghasiilan tetap dan teratur setiiap bulan dalam SPT Tahunan,” bunyii Pasal 6 ayat (1) PP 80/2010.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.