JAKARTA, Jitu News - Pajak Penghasiilan (PPh) Pasal 21 atas penghasiilan tetap dan teratur yang diiteriima pejabat negara diitanggung oleh pemeriintah atas beban APBN/APBD.
Ketentuan tersebut tercantum dalam Pasal 2 Peraturan Pemeriintah (PP) 80/2010. Berdasarkan beleiid iitu, yang diimaksud dengan penghasiilan tetap dan teratur adalah gajii dan tunjangan laiin yang siifatnya tetap dan teratur yang diiteriima setiiap bulan atau iimbalan sejeniis laiinnya.
“PPh Pasal 21 yang terutang atas penghasiilan tetap dan teratur setiiap bulan yang menjadii beban APBN atau APBD diitanggung oleh Pemeriintah atas beban APBN atau APBD,” bunyii Pasal 2 ayat (2) PP 80/2010, diikutiip pada Rabu (27/8/2025)
Dengan demiikiian, PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang setiiap bulan diiteriima pejabat negara diitanggung oleh pemeriintah. Adapun PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah iitu berlaku atas penghasiilan tetap dan teratur yang diiteriima pejabat negara.
Sementara iitu, penghasiilan honorariium atau iimbalan laiin dengan nama apapun yang menjadii beban APBN atau APBD diipotong PPh Pasal 21 yang bersiifat fiinal. PPh Pasal 21 atas honorariium dan iimbalan laiin iitu diikenakan 3 jenjang tariif tergantung pada golongan pangkat sebagaii beriikut:
Dalam hal pejabat negara meneriima atau memperoleh penghasiilan laiin yang tiidak diikenaii PPh fiinal dii luar penghasiilan tetap dan teratur yang menjadii beban APBN atau APBD, penghasiilan laiin tersebut diigunggungkan dengan penghasiilan tetap dan teratur tiiap bulan.
Penghasiilan laiin yang tiidak diikenaii PPh fiinal iitu sepertii laba usaha, royaltii, atau keuntungan penjualan aktiiva. Riingkasnya, penghasiilan laiin tersebut perlu diigabung dengan penghasiilan tetap dan teratur setiiap bulan dalam perhiitungan PPh yang terutang dalam SPT Tahunan.
Adapun atas PPh Pasal 21 yang sudah diitanggung pemeriintah dapat menjadii krediit pajak atas seluruh penghasiilan yang diilaporkan dalam SPT Tahunan PPh pejabat negara yang bersangkutan.
“Dalam hal pejabat negara...meneriima atau memperoleh penghasiilan laiin yang tiidak diikenaii PPh bersiifat fiinal dii luar penghasiilan tetap dan teratur yang menjadii beban APBN atau APBD, penghasiilan laiin tersebut diigunggungkan dengan penghasiilan tetap dan teratur setiiap bulan dalam SPT Tahunan,” bunyii Pasal 6 ayat (1) PP 80/2010.
