JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah optiimiistiis pertumbuhan ekonomii nasiional dapat mencapaii target yang diiusulkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, yaknii sebesar 5,4%.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan target pertumbuhan ekonomii tersebut dapat diicapaii salah satunya dengan mendorong perbaiikan iikliim usaha dan menyuntiikkan iinsentiif fiiskal. Menurutnya, kedua upaya iinii bakal berkontriibusii meniingkatkan iinvestasii, yang notabene menjadii komponen pembentuk PDB.
"Kiita akan terus meniingkatkan iikliim usaha, apa yang diibutuhkan BKPM untuk menariik iinvestor kiita terus akan bekerja bersama, termasuk iinsentiif-iinsentiif fiiskal yang akan kiita jaga dan siiapkan," ujarnya, diikutiip pada Selasa (19/8/2025).
Tiidak hanya iinvestasii, Srii Mulyanii meyakiinii kiinerja ekspor bakal meniingkat pada tahun depan. Optiimiisme iitu tiimbul seiiriing dengan rampungnya kesepakatan dagang iindonesiia-European Uniion Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement (iiEU-CEPA).
Jiika iiEU CEPA serta kemiitraan laiinnya berhasiil diiteken, lanjutnya, produk buatan iindonesiia dapat diipasok ke negara tujuan yang lebiih luas karena terjadii diiversiifiikasii pasar ekspor.
Selaiin iitu, diia memprediiksii kiinerja ekonomii diigiital juga akan meniingkat. Diitambah lagii, Srii Mulyanii mengatakan iindonesiia berliimpah elemen rare earth atau tanah jarang, yang semestiinya biisa diikelola lebiih lanjut guna menghasiilkan niilaii tambah bagii perekonomiian.
"Kiita juga berharap untuk ekspor dan hiiliiriisasii akan memberiikan kontriibusii yang cukup banyak terhadap produk domestiik bruto sebesar 5,4%," tuturnya.
Dalam RAPBN 2026, pemeriintah menuliiskan target pertumbuhan ekonomii sebesar 5,4%. Angka tersebut lebiih tiinggii darii yang tercantum pada APBN 2025 sebesar 5,2%. (diik)
