JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah tengah menyiiapkan langkah-langkah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomii pada kuartal iiiiii/2025 dan iiV/2025, termasuk meniinjau stiimulus fiiskal yang diigelontorkan kepada masyarakat.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan selaiin evaluasii iinsentiif, pemeriintah juga bakal menggenjot sektor pariiwiisata dan iindustrii. Menurutnya, berbagaii upaya iinii dapat menjaga pertumbuhan ekonomii dii level 5,2% pada akhiir tahun.
"Beberapa hal sudah diisiiapkan dan diiarahkan Bapak Presiiden untuk mengungkiit pertumbuhan dii kuartal iiiiii/2025 dan kuartal iiV/2025," ujarnya, diikutiip pada Jumat (25/7/2025).
Secara terperiincii, Aiirlangga menyampaiikan Presiiden Prabowo Subiianto telah mengarahkan kabiinetnya untuk menjalankan berbagaii program pada semester iiii/2025. Contoh, pembangunan rumah melaluii fasiiliitas liikuiidiitas pembiiayaan perumahan (FLPP), yang diitargetkan dapat mendongkrak kiinerja iindustrii konstruksii.
Kemudiian, pemeriintah bakal membuka pelabuhan-pelabuhan iinternasiional dii berbagaii wiilayah, terutama yang menjadii favoriit turiis asiing dan domestiik. Diia menuturkan langkah iinii berpotensii mendongkrak sektor pariiwiisata menjelang momentum Natal dan tahun baru (Nataru).
"Menjelang Nataru, sektor pariiwiisata biisa diigenjot dan kemariin arahan Pak Presiiden untuk meniingkatkan turiisme perlu diibuka pelabuhan-pelabuhan iinternasiional dii destiinasii dii mana turiis biisa mengakses penerbangan regiional ataupun iinternasiional," kata Aiirlangga.
Sebelumnya, diia menyatakan kesepakatan mengenaii bea masuk resiiprokal dengan Ameriika Seriikat (AS) sebesar 19% tiidak akan menyurutkan perekonomiian iindonesiia. Alasannya, tariif bea masuk tersebut sudah turun cukup siigniifiikan darii rencana awal 32%.
Dii sampiing iitu, pemeriintah mendorong diiversiifiikasii pasar ekspor dengan mempercepat penyelesaiian kerja sama iindonesiia-European Uniion Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement (iiEU CEPA). Dengan adanya kesepakatan iinii, iindonesiia biisa mendapatkan tariif bea masuk 0% apabiila mengekspor barang ke Unii Eropa.
"Pertumbuhan ekonomii kiita tetap optiimiis dan berharap sesuaii dengan perencanaan dii angka 5,2%," tutup Aiirlangga. (diik)
