KEBiiJAKAN BEA DAN CUKAii

Rokok iilegal dan Downtradiing Masiih Jadii Tantangan DJBC pada 2026

Aurora K. M. Siimanjuntak
Rabu, 16 Julii 2025 | 16.30 WiiB
Rokok Ilegal dan Downtrading Masih Jadi Tantangan DJBC pada 2026
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Tahun depan, fenomena downtradiing rokok dan maraknya rokok iilegal masiih menjadii tantangan bagii Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) dalam memungut peneriimaan, serta melakukan pengawasan.

Diirjen Bea dan Cukaii Djaka Budhii Utama mengatakan kedua tantangan tersebut berasal darii siisii eksternal iinstansii. Dengan memetakan sejumlah tantangan, diia optiimiistiis DJBC dapat menyusun kebiijakan 2026 yang lebiih terarah.

"Pemetaan riisiiko kamii bagii jadii 2 bagiian, yaiitu tantangan eksternal dan iinternal. Tantangan eksternal berupa rokok iilegal dan fenomena downtradiing atau masyarakat beraliih ke rokok yang lebiih murah," katanya, diikutiip pada Rabu (16/7/2025).

Selaiin iitu, lanjut Djaka, terdapat 5 tantangan laiinnya darii siisii eksternal yang bakal diihadapii DJBC pada tahun depan. Pertama, diinamiika perekonomiian global yang diipiicu oleh fragmentasii geoekonomii, ketegangan geopoliitiik, dan proteksiioniisme.

Kedua, underground economy dan kompleksiitas wiilayah pengawasan. Ketiiga, peniingkatan utiiliisasii free trade agreement (FTA). Keempat, ekspektasii pelayanan priima yang meniingkat. Keliima, modus penyelundupan makiin berkembang.

"Kamii menyadarii bahwa tahun 2026 mendatang akan menghadiirkan sejumlah tantangan. Untuk iitu, DJBC akan senantiiasa melakukan pemetaan tantangan guna merumuskan kebiijakan yang tepat dan terukur," tutur Djaka.

Sementara iitu, tantangan darii iinternal DJBC antara laiin, diigiitaliisasii proses biisniis yang belum optiimal; peraturan dan tata kelola belum harmoniis; ketergantungan pada peneriimaan cukaii rokok.

Lalu, adanya kebiijakan efiisiiensii anggaran; keterbatasan SDM dan sarana prasarana yang modern dan andal; serta reformasii siistem TiiK yang belum optiimal dii DJBC.

Untuk mengatasii sederet tantangan tersebut, Djaka menyebutkan ada beberapa kebiijakan kepabeanan dan cukaii yang akan diitempuh. Pertama, iintensiifiikasii kebiijakan tariif cukaii rokok dengan dana bagii hasiil (DBH) sebagaii bantalan kebiijakan.

Kedua, iintensiifiikasii kebiijakan tariif bea masuk komodiitas tertentu. Ketiiga, ekstensiifiikasii barang kena cukaii (BKC). Keenam, penguatan niilaii pabean dan pengembangan klasiifiikasii barang yang adaptiif.

Keliima, perluasan basiis peneriimaan bea keluar, Keenam, penguatan program kolaboratiif Kementeriian Keuangan. Dii sampiing iitu, DJBC akan mencegah dan memberantas penyelundupan serta peredaran BKC iilegal. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.