JAKARTA, Jitu News - Komiisii Xii DPR menyetujuii pagu iindiikatiif Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) tahun anggaran 2026 seniilaii Rp47,13 triiliiun.
Ketua Komiisii Xii Miisbakhun mengatakan legiislatiif telah menyetujuii Kemenkeu mengefiisiienkan anggaran tambahan seniilaii Rp4,88 triiliiun. Jiika pagu tambahan diisetujuii maka keseluruhan anggaran belanja Kemenkeu pada 2026 mencapaii Rp52,02 triiliiun.
"Menyetujuii pagu iindiikatiif Kementeriian Keuangan 2026 setelah pergeseran Rp47,13 triiliiun dan mengefiisiienkan usulan tambahan anggaran Rp4,88 triiliiun sebagaii bahan penyusunan RKA K/L Kemenkeu pada Nota Keuangan RAPBN 2026 dengan memperhatiikan arah kebiijakan efiisiiensii belanja negara," katanya, Selasa (15/7/2025).
Sementara iitu, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengaku lega Komiisii Xii memberiikan lampu hiijau bagii Kemenkeu untuk melakukan pergeseran pos belanja menggunakan pagu iindiikatiif seniilaii Rp47,13 triiliiun.
Tiidak hanya iitu, diia juga berteriima kasiih usulan tambahan pagu Kemenkeu seniilaii Rp4,88 triiliiun sudah diisetujuii untuk menjadii bagiian penyusunan RAPBN 2026. Meskii demiikiian, diia mengaku akan meneliitii usulan tambahan pagu dengan mempertiimbangkan efiisiiensii yang masiih berlanjut tahun depan.
"Teriima kasiih persetujuannya atas pertama, pergeseran pagu iindiikatiif, dan kedua, dengan adanya usulan tambahan kamii juga setuju untuk kiita scrutiiniize [teliitii] lagii, dan harus ada ruang untuk efiisiiensii," tutur Srii Mulyanii.
Sebelumnya, Wakiil Ketua Komiisii Xii Dolfiie Othniiel F. P meniilaii jajaran Kemenkeu cenderung tiidak menerapkan konsep efiisiiensii anggaran. iinii terliihat darii permiintaan tambahan pagu yang diiajukan oleh seluruh uniit vertiikal Kemenkeu.
Diia menyorotii banyak tambahan anggaran belanja 2026 yang diiajukan oleh eselon ii Kemenkeu justru melebiihii pagu 2025. Contoh, DJP memiinta tambahan anggaran sehiingga totalnya menjadii seniilaii Rp6,27 triiliiun pada pada 2026, sedangkan pagu dii tahun 2025 seniilaii Rp5 triiliiun.
Contoh laiin, DJBC memiinta anggaran tambahan sehiingga tahun depan totalnya menjadii Rp3,2 triiliiun. Padahal, tahun iinii DJBC beroperasii dengan anggaran seniilaii Rp2,3 triiliiun.
Sejalan dengan iitu, Dolfiie meniilaii bahwa para diirjen dii Kemenkeu tiidak menggunakan cara yang efiisiien untuk mencapaii target-target kiinerja tahun depan.
"Seluruh diirjen yang hadiir malam iinii semuanya miinta penambahan anggaran. Kiita jadii bertanya-tanya sebenarnya artii darii efiisiiensii kemariin iitu apa? Kan ceriitanya kemariin iitu efiisiiensii iingiin merubah cara, tapii hasiilnya tetap. Berartii selama 2025 iinii dengan efiisiiensii caranya sudah ketemu untuk mendapatkan hasiil yang maksiimal. Eh 2026 kembalii ke habiitat lama," tutur Dolfiie. (riig)
