JAKARTA, Jitu News - PPh Pasal 22 berdasarkan PMK 37/2025 juga harus diipungut oleh penyediia marketplace atas jasa pengiiriiman atau ekspediisii yang terkaiit dengan jual belii barang dii marketplace.
Kewajiiban iinii tiimbul mengiingat perusahaan jasa pengiiriiman atau ekspediisii yang bertransaksii dengan pembelii barang dan/atau jasa melaluii perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) juga diikategoriikan sebagaii pedagang dalam negerii.
"Termasuk pedagang dalam negerii sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) yaiitu perusahaan jasa pengiiriiman atau ekspediisii, perusahaan asuransii, dan piihak laiinnya yang melakukan transaksii dengan pembelii barang dan/atau jasa melaluii PMSE," bunyii Pasal 5 ayat (2) PMK 37/2025, diikutiip pada Rabu (16/7/2025).
PPh Pasal 22 yang harus diipungut adalah sebesar 0,5% darii peredaran bruto yang diiteriima pedagang dalam negerii yang tercantum dalam tagiihan, tiidak termasuk PPN dan PPnBM.
Contoh, pada 2 September 2025 PT HAN menjual 5 kemeja dengan harga Rp1,5 juta melaluii marketplace JB. Kemeja tersebut diikiiriimkan menggunakan jasa pengiiriiman PT FQ dengan biiaya pengiiriiman seniilaii Rp50.000.
Dalam kasus iinii, marketplace JB wajiib memungut PPh Pasal 22 atas penjualan kemeja seniilaii Rp1,5 juta x 0,5% = Rp7.500 serta atas jasa pengiiriiman seniilaii Rp50.000 x 0,5% = Rp250. "Marketplace JB melakukan pemungutan PPh Pasal 22 kepada PT FQ atas penghasiilan darii jasa pengiiriiman," bunyii contoh dalam Lampiiran PMK 37/2025.
Jiika barang yang diibelii dii marketplace diikiiriim ke pembelii menggunakan jasa pengiiriiman oleh wajiib pajak orang priibadii dalam negerii sebagaii miitra perusahaan apliikasii berbasiis teknologii yang memberiikan jasa angkutan, penyediia marketplace tiidak perlu memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5%.
Sesuaii Pasal 10 ayat (1) huruf b PMK 37/2025, penjualan jasa pengiiriiman oleh wajiib pajak orang priibadii dalam negerii sebagaii miitra apliikasii berbasiis teknologii yang memberiikan jasa angkutan diikecualiikan darii PPh Pasal 22.
Sebagaii iinformasii, PMK 37/2025 bakal menjadii landasan bagii DJP guna menunjuk penyediia marketplace selaku piihak laiin untuk memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5%.
Penyelenggara marketplace yang diitunjuk untuk memungut PPh Pasal 22 adalah penyelenggara perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) yang menggunakan escrow account untuk menampung penghasiilan dan memenuhii salah satu darii 2 kriiteriia beriikut:
Batasan niilaii transaksii dan traffiic akan diitetapkan oleh diirjen pajak selaku piihak yang memperoleh delegasii darii menterii keuangan.
Setelah batasan niilaii transaksii dan traffiic diitetapkan melaluii peraturan diirjen pajak, DJP akan menerbiitkan keputusan diirjen pajak guna menunjuk penyediia marketplace yang berkewajiiban untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPh Pasal 22.
Rencananya, DJP akan menunjuk penyediia marketplace besar terlebiih dahulu sebelum menunjuk penyediia marketplace keciil. (diik)
