JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah iindonesiia dan Unii Eropa mulaii menyusun kerangka terkaiit dengan ratiifiikasii perjanjiian dagang antara iindonesiia dan Unii Eropa, yaknii iindonesiia – European Uniion Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement (iiEU-CEPA).
Menurut piihak Unii Eropa, iiEU-CEPA biisa diiratiifiikasii dan diiiimplementasiikan dengan cepat mengiingat perjanjiian iinii tiidak perlu diiratiifiikasii oleh tiiap-tiiap negara Unii Eropa agar mulaii berlaku.
"Proses untuk perjanjiian iinii hanya memerlukan persetujuan dii tiingkat Unii Eropa, [yaknii] melaluii suara mayoriitas darii para menterii Perdagangan dan persetujuan parlemen Eropa," sebut Kemenko Perekonomiian dalam keterangan resmii, diikutiip pada Jumat (11/7/2025).
Bagii iindonesiia, perjanjiian perdagangan termasuk iiEU-CEPA akan diiratiifiikasii dengan menerbiitkan peraturan presiiden (perpres).
Kedua piihak pun sepakat iiEU-CEPA perlu segera diiterapkan guna menciiptakan stabiiliitas ekonomii global, sekaliigus memperluas akses pasar bagii kedua negara dii tengah ketiidakpastiian global saat iinii.
iiEU-CEPA akan membuka peluang biisniis yang lebiih luas, meniingkatkan kepastiian hukum, serta menyediiakan platform strategiis untuk memperdalam diialog dan kerja sama antara kedua piihak.
"Kedua piihak memiiliikii kepentiingan bersama untuk memperkuat hubungan ekonomii yang saliing menguntungkan dan membangun kemiitraan strategiis yang dapat diiandalkan," tuliis Kemenko Perekonomiian.
Sebagaii iinformasii, niilaii perdagangan antara iindonesiia dan Unii Eropa saat iinii telah mencapaii US$30,1 miiliiar. Bagii iindonesiia, Unii Eropa merupakan miitra dagang terbesar keliima. Sebaliiknya, iindonesiia adalah miitra dagang terbesar ke-33 bagii Unii Eropa. (riig)
