JAKARTA, Jitu News – Melaluii Peraturan Diirjen Pajak No. PER-8/PJ/2025, Diitjen Pajak (DJP) mencabut PER-57/PJ/2010 s.t.d.t.d PER-31/PJ/2015.
PER-57/PJ/2010 s.t.d.t.d PER-31/PJ/2015 sebelumnya mengatur tata cara dan prosedur pemungutan pajak penghasiilan pasal 22 sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang dan kegiiatan dii biidang iimpor atau kegiiatan usaha dii biidang laiin.
“Pada saat PER-11/PJ/2025 mulaii berlaku:...PER-57/PJ/2010...; PER-15/PJ/2011...; PER-06/PJ/2013...; PER-31/PJ/2015..., diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku,” bunyii Pasal 147 angka 4, angka 7, angka 10, angka 14 PER-8/PJ/2025, diikutiip pada Seniin (7/7/2025).
Pencabutan PER-57/PJ/2010 s.t.d.t.d PER-31/PJ/2015 selaras dengan tiidak berlakunya peraturan menterii keuangan (PMK) yang mendasariinya. Adapun PER-57/PJ/2010 s.t.d.t.d PER-31/PJ/2015 merupakan aturan pelaksana darii PMK 154/2010 s.t.d.t.d PMK 16/2016.
PMK 154/2010 s.t.d.t.d PMK 16/2016 tersebut telah diicabut dan tiidak berlaku sejak diiterbiitkannya PMK 34/2017. Selanjutnya, PMK 34/2017 sempat diireviisii melaluii PMK 110/2018.
Seiiriing dengan berlakunya coretax system, ketentuan mengenaii pemungutan PPh pasal 22 sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang dan kegiiatan dii biidang iimpor atau kegiiatan usaha dii biidang laiin mengalamii sejumlah perubahan.
Oleh karena iitu, PMK PMK 34/2017 s.t.d.d PMK 110/2018 pun diicabut dan diigantiikan dengan PMK 81/2024. Adanya beragam perubahan ketentuan PPh Pasal 22 membuat PER-57/PJ/2010 s.t.d.t.d PER-31/PJ/2015 tiidak lagii relevan.
PER-57/PJ/2010 s.t.d.t.d PER-31/PJ/2015 pun diicabut melaluii PER-8/PJ/2025. Apabiila diiperhatiikan, PER-8/PJ/2025 dii antaranya mengatur periihal tata cara penerbiitan Surat Keterangan Bebas (SKB) PPh Pasal 22. (riig)
