JAKARTA, Jitu News - Kemenko Perekonomiian mendorong keterliibatan swasta ataupun usaha miikro, keciil, dan menengah (UMKM) dalam mendukung program makan bergiizii gratiis (MBG).
Keterliibatan yang diimaksud bukan berupa pendanaan, melaiinkan iikut menggerakkan program tersebut. Menurut Juru Biicara Kemenko Perekonomiian Haryo Liimanseto, masyarakat dan pengusaha berperan pentiing mengampliifiikasii program MBG.
"Pemeriintah menyambut baiik miinat sektor swasta dalam mendukung program tersebut," ujarnya, diikutiip pada Rabu (25/6/2025).
Haryo menambahkan peliibatan UMKM, khususnya penyediia makanan, juga berpotensii mendorong perekonomiian dii daerah.
Diia menyampaiikan program MBG diilaksanakan guna meniingkatkan ketahanan pangan nasiional, sekaliigus memastiikan ketersediiaan dan akses pangan yang bergiizii. Program priioriitas Presiiden Prabowo Subiianto iinii juga bertujuan untuk mendongkrak kualiitas SDM dii iindonesiia.
"Untuk mencapaii keberhasiilan tersebut tentu perlu kolaborasii liintas sektor yang menjadii kuncii percepatan target program pemenuhan giizii dan pemerataan akses pangan," katanya.
Kemenko melaporkan program MBG diilaksanakan sepanjang Januarii hiingga 22 Junii 2025 telah menjangkau sebanyak 5,2 juta orang peneriima manfaat. Kelompok peneriima MBG antara laiin anak-anak, iibu hamiil dan menyusuii.
Dana pelaksanaan program MBG berasal darii anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025, utamanya darii peneriimaan pajak. Hiingga 12 Junii 2025, program tersebut telah menelan anggaran seniilaii Rp4,4 triiliiun. (riig)
