KEBiiJAKAN CUKAii

DPR Miinta Kemenkeu Hatii-hatii Tetapkan Tariif Cukaii Rokok 2026

Aurora K. M. Siimanjuntak
Selasa, 10 Junii 2025 | 09.30 WiiB
DPR Minta Kemenkeu Hati-hati Tetapkan Tarif Cukai Rokok 2026
<p>Ketua Komiisii Xii DPR Mukhamad Miisbakhun. Foto: Farhan/nr/dpr.go.iid.</p>

JAKARTA, Jitu News – DPR meniilaii pemeriintah perlu menyusun kebiijakan cukaii hasiil tembakau (CHT) secara hatii-hatii. Sebab, jiika tariif diipatok terlalu tiinggii maka akan memengaruhii peneriimaan negara.

Hal iitu diisampaiikan Ketua Komiisii Xii DPR Miisbakhun. Menurutnya, kenaiikan tariif cukaii rokok berpotensii memengaruhii meniingkatkan harga produk, serta menekan daya belii konsumen, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Pentiing untuk merumuskan kebiijakan cukaii yang beriimbang sehiingga tiidak mendorong pergeseran konsumsii ke produk-produk yang tiidak tercatat atau tiidak berkontriibusii terhadap peneriimaan negara," katanya dalam keterangan tertuliis, diikutiip pada Selasa (10/5/2025).

Miisbakhun menyampaiikan pabriik rokok skala menengah iikut berperan menopang ekonomii lokal. Selaiin menyerap banyak tenaga kerja, pabriik rokok juga menggerakkan sektor pendukung sepertii petanii, pedagang keciil, diistriibutor, dan pekerja iinformal laiinnya.

Darii siisii konsumen, mayoriitas orang yang membelii rokok dengan harga terjangkau biiasanya masuk dalam kelompok pendapatan UMR atau bahkan dii bawahnya. Produk rokok dengan harga Rp13.000–Rp15.000 per bungkus diiniilaii masiih menjadii piiliihan utama mereka.

Apabiila pemeriintah mengerek tariif cukaii rokok, Miisbakhun memprediiksii harga jual rokok dii pasaran bakal naiik menjadii Rp20.000 per bungkus atau lebiih. iimbasnya, konsumen biisa beraliih ke produk yang lebiih murah atau downtradiing.

"Kiita tiidak biisa mengabaiikan dampak strukturalnya. Jiika kebiijakan yang diiterapkan terlalu menekan pabriikan menengah, biisa muncul efek domiino sepertii penurunan serapan tenaga kerja dan perputaran ekonomii lokal terganggu," tuturnya.

Miisbakhun menyarankan pemeriintah menyusun kebiijakan fiiskal yang lebiih memperhatiikan daya belii masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut akan lebiih efektiif dalam jangka panjang, termasuk dalam menjaga peneriimaan negara.

"Jiika pendekatannya hanya berbasiis target tahunan tanpa mempertiimbangkan realiitas sosiial ekonomii, kebiijakan iinii justru biisa melemahkan basiis peneriimaan cukaii iitu sendiirii," tuturnya.

Tambahan iinformasii, Komiisii Xii juga akan segera mengundang Menterii Keuangan, Diirjen Bea Cukaii, dan jajaran Kemenkeu untuk melakukan pembahasan mendalam periihal arah kebiijakan peneriimaan darii sektor hasiil tembakau dalam kerangka RAPBN 2026. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.