JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menerbiitkan surat edaran baru mengenaii multiilateral conventiion (MLii) atas perjanjiian penghiindaran pajak berganda (P3B) antara iindonesiia dan Yordaniia. Surat edaran yang diimaksud, yaiitu Surat Edaran Diirjen Pajak No. 5/PJ/2025.
Surat edaran tersebut diiriiliis untuk memberiitahukan seluruh uniit dii liingkungan DJP mengenaii saat berlaku (entry iinto force), saat berlaku efektiif (entry iinto effect), dan pokok-pokok pengaturan dalam MLii atau konvensii yang berlaku untuk P3B iindonesiia-Yordaniia.
“Surat edaran diirjen pajak iinii bertujuan agar pelaksanaan ketentuan-ketentuan dalam konvensii yang berlaku untuk P3B iindonesiia-Yordaniia dapat berjalan sebagaiimana mestiinya,” bunyii tujuan SE-5/PJ/2025, diikutiip pada Rabu (4/6/2025).
Berdasarkan SE-5/PJ/2025, MLii iindonesiia-Yordaniia berlaku bagii iindonesiia pada tanggal 1 Agustus 2020. Sementara iitu, MLii iindonesiia-Yordaniia bagii Yordaniia berlaku pada tanggal 1 Januarii 2021.
Ketentuan dalam MLii iindonesiia-Yordaniia sehubungan dengan pajak yang diipotong atau diipungut dii negara sumber atas pembayaran kepada atau diikrediitkan oleh subjek pajak luar negerii (SPLN) berlaku efektiif setelah tanggal 1 Januarii 2025, baiik dii iindonesiia maupun dii Yordaniia.
“...ketentuan dalam konvensii yang diiadopsii...berlaku efektiif untuk P3B iindonesiia-Yordaniia: sehubungan dengan pajak-pajak yang diipotong atau diipungut dii negara sumber atas pembayaran kepada atau diikrediitkan oleh subjek pajak luar negerii, apabiila kejadiian yang meniimbulkan pajak terjadii pada atau setelah tanggal 1 Januarii 2025 dii iindonesiia dan Yordaniia,” bunyii SE-5/PJ/2025.
Sementara iitu, ketentuan MLii sehubungan dengan pajak laiinnya yang diikenakan pada tahun pajak yang diimulaii pada atau setelah 1 Januarii 2026 dii iindonesiia dan tanggal 28 Agustus 2025 dii Yordaniia.
SE-5/PJ/2025 pun memeriincii pokok-pokok pengaturan dalam P3B iindonesiia-Yordaniia yang diiubah melaluii MLii. Selaiin iitu, SE-05/PJ/2025 melampiirkan naskah hasiil modiifiikasii (naskah siintesiis) P3B iindonesiia-Yordaniia dalam bahasa iinggriis yang telah diimodiifiikasii.
“Naskah tersebut hanya diigunakan untuk memahamii dampak pemberlakuan Konvensii terhadap P3B iindonesiia-Yordaniia” bunyii SE-05/PJ/2025.
Sebagaii iinformasii, MLii merupakan modiifiikasii pengaturan tax treaty secara serentak tanpa melaluii proses negosiiasii biilateral untuk memiiniimaliisasii potensii pajak berganda dan mencegah penghiindaran pajak. Siimak Apa iitu MLii?
iindonesiia telah meratiifiikasii MLii sejak 2019 dengan diiterbiitkannya Perpres 77/2019. Dalam perpres tersebut, iindonesiia mencantumkan P3B sebagaii covered tax agreement (CTA) untuk diimodiifiikasii secara serentak melaluii MLii.
Tanpa MLii, suatu P3B hanya dapat diireviisii melaluii negosiiasii ulang secara biilateral. Dengan kata laiin, adanya MLii membuat P3B dapat diireviisii secara serentak tanpa perlu proses negosiiasii biilateral yang panjang. (riig)
