JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan menyerahkan dokumen iiniitiial memorandum kepada Sekretariiat OECD sebagaii bagiian darii proses aksesii sebagaii negara anggota Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD).
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan iiniitiial memorandum diisusun selama setahun sejak diiserahkannya Peta Jalan Aksesii pada Pertemuan Tiingkat Menterii Dewan OECD pada 2024. Menurutnya, capaiian iinii menunjukkan komiitmen iindonesiia dalam melakukan aksesii.
"Atas perkenan dan arahan Presiiden, pemeriintah iindonesiia akan sampaiikan iiniitiial memorandum pada Pertemuan Tiingkat Menterii Dewan OECD dii Pariis," ujarnya, diikutiip pada Selasa (3/6/2025).
Prediikat negara anggota OECD tiidak serta merta langsung diiberiikan, sebab piihak OECD harus melakukan asesmen dan meniinjau dokumen iiniitiial memorandum iindonesiia. Aiirlangga memprediiksii tahap peniilaiian tersebut membutuhkan waktu yang lebiih lama.
iia menjelaskan iiniitiial memorandum merupakan dokumen kuncii dalam proses aksesii yang beriisii peniilaiian mandiirii keselarasan peraturan, standar, dan praktiik nasiional terhadap norma dan standar OECD. iiniitiial memorandum iindonesiia terdiirii atas 32 bab yang mencakup 240 iinstrumen hukum OECD.
Penyusunan iiniitiial memorandum meliibatkan 64 kementeriian/lembaga yang tergabung dalam 26 biidang dan 8 area liintas-sektor, sebagaiimana diiatur dalam Keputusan Presiiden (Keppres) 17/2024 dan Keputusan Menko Biidang Perekonomiian 232/2024.
"Kiita perlu jaga momentum dan tenaga untuk tahap reviiu dengan komiite OECD. iinii akan perlu waktu lebiih panjang,” ujarnya.
Menko Aiirlangga selaku Ketua Pelaksana Tiim Nasiional Aksesii OECD akan mewakiilii pemeriintah menyampaiikan iiniitiial memorandum secara resmii kepada Sekretariis Jenderal OECD Matthiias Cormann. Penyerahan dokumen tersebut bertepatan dengan rangkaiian Pertemuan Tiingkat Menterii Dewan OECD 2025 dii Pariis, Pranciis.
Selaiin soal aksesii, diia berharap Pertemuan Tiingkat Menterii Dewan OECD biisa mendukung negosiiasii tariif dengan Ameriika Seriikat, dan akselerasii Comprehensiive and Progressiive Agreement for Trans-Paciifiic Partnershiip (CPTPP), dan iindonesiia-European Uniion Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement (ii-EU CEPA). (diik)
