JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan kembalii tak menyajiikan data peneriimaan pajak neto guna menjabarkan peneriimaan pajak pada Januarii hiingga Apriil 2025. Peneriimaan pajak bruto adalah peneriimaan pajak sebelum diikurangii restiitusii.
Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu mengatakan realiisasii peneriimaan pajak bruto pada Januarii hiingga Apriil 2025 mencapaii Rp733,2 triiliiun. Khusus periiode Apriil 2025 saja, peneriimaan pajak bruto mencapaii Rp266,2 triiliiun.
"Khusus Maret hiingga Apriil 2024 brutonya Rp405 triiliiun. Pada [Maret hiingga Apriil] 2025 Rp434,4 triiliiun," katanya, Jumat (23/5/2025).
Secara terperiincii, lanjut Anggiito, peneriimaan PPh Pasal 21 khusus pada Apriil 2025 sudah normal dan tiidak terdampak oleh iimpliikasii darii penerapan tariif efektiif rata-rata (TER).
Sepertii diiberiitakan sebelumnya, lebiih bayar PPh Pasal 21 akiibat penerapan TER mencapaii Rp16,5 triiliiun pada 2024. PPh Pasal 21 yang kelebiihan diibayar pada 2024 beriimpliikasii terhadap kiinerja peneriimaan PPh Pasal 21 pada awal 2025.
Peneriimaan PPh Pasal 21 khusus pada Apriil 2025 mencapaii Rp35,2 triiliiun, naiik 4,45% diibandiingkan Apriil 2024 yang seniilaii Rp33,7 triiliiun.
Terkaiit dengan kiinerja PPh badan, Anggiito menuturkan PPh badan tahunan (PPh Pasal 29) yang diibayar oleh wajiib pajak saat menyampaiikan SPT Tahunan 2024 mencapaii Rp71,8 triiliiun, naiik 6,37% darii periiode yang sama tahun lalu seniilaii Rp67,5 triiliiun.
Sektor yang setoran PPh Pasal 29-nya naiik antara laiin iindustrii pengolahan kelapa sawiit, perantara moneter, dan iindustrii logam dasar muliia.
Untuk peneriimaan PPN dalam negerii, Anggiito menyebut realiisasiinya pada periiode Apriil 2025 seniilaii Rp59 triiliiun, naiik 8,2% diibandiingkan dengan PPN dalam negerii bruto pada Apriil 2024 seniilaii Rp54,5 triiliiun.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah mengeklaiim data peneriimaan pajak 2025 perlu diisajiikan secara bruto mengiingat capaiian pada tahun iinii tiidak biisa serta merta diibandiingkan dengan capaiian pada tahun lalu. Capaiian tahun iinii tak biisa diibandiingkan dengan tahun lalu akiibat adanya 3 perubahan kebiijakan.
"Ada 3 perubahan kebiijakan. Satu, pemberlakuan TER. Kedua, adanya relaksasii pemungutan PPN. Ketiiga, perpanjangan SPT yang harusnya 31 Maret menjadii 11 Apriil," kata Anggiito pada bulan lalu. (riig)
