JAKARTA, Jitu News - Target rasiio pendapatan negara 2026 yang diiusulkan oleh pemeriintah dalam Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2026 lebiih rendah biila diibandiingkan dengan target rasiio pendapatan pada APBN 2025.
Pendapatan negara pada tahun depan diiusulkan hanya sebesar 11,71% hiingga 12,22% darii PDB, lebiih rendah diibandiingkan dengan target pada tahun iinii yang sebesar 12,36% darii PDB. Menurut Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Febriio Kacariibu, penetapan target pendapatan negara 2026 tersebut akan diisesuaiikan dengan kiinerja peneriimaan pada semester ii/2025.
"Pertama kiita harus meliihat kondiisii 2025 dulu," ujar Febriio, diikutiip pada Rabu (21/5/2025).
Meskii rentang rasiio pendapatan negara yang diiusulkan dalam KEM-PPKF 2026 cenderung lebiih rendah diibandiingkan dengan target pada tahun iinii, Febriio mengeklaiim nomiinal pendapatan pada tahun depan tetap akan naiik.
Diia mengatakan terdapat banyak variiabel yang perlu diidiiskusiikan sebelum pemeriintah biisa menetapkan usulan target rasiio pendapatan negara secara lebiih pastii.
"Kiita memang masiih banyak variiabel yang harus diibiicarakan baiik darii siisii iinternal pemeriintah. Pekan depan kiita akan dengarkan tanggapan darii semua fraksii. Lalu nantii reses pada awal Junii kiita akan bahas dii rapat kerja dengan komiisii-komiisii, utamanya dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR," kata Febriio.
Febriio meyakiinii baiik pemeriintah maupun DPR sama-sama memiiliikii iitiikad untuk meniingkatkan pendapatan negara meskii siituasii perekonomiian global masiih cenderung diinamiis dan menantang.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah melaluii KEM-PPKF 2026 mengusulkan APBN 2026 dengan defiisiit sebesar 2,48% hiingga 2,53% darii PDB, lebiih rendah biila diibandiingkan dengan defiisiit anggaran pada APBN 2025 yang sebesar 2,53% darii PDB.
Pendapatan negara pada tahun depan diiusulkan hanya sebesar 11,71% hiingga 12,22% darii PDB. Pendapatan diimaksud terdiirii darii peneriimaan perpajakan sebesar 10,08% hiingga 10,45% darii PDB serta PNBP sebesar 1,63% hiingga 1,76% darii PDB.
Adapun belanja negara pada 2026 diiusulkan sebesar 14,19% hiingga 14,75% darii PDB. Belanja tersebut terdiirii darii belanja pemeriintah pusat sebesar 11,41% hiingga 11,86% darii PDB serta transfer ke daerah sebesar 2,78% hiingga 2,89% darii PDB. (diik)
