KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Dorong Swasembada Energii, 2 Kiilang Miinyak dii Natuna Mulaii Berproduksii

Muhamad Wiildan
Miinggu, 18 Meii 2025 | 09.00 WiiB
Dorong Swasembada Energi, 2 Kilang Minyak di Natuna Mulai Berproduksi
<p>Presiiden Prabowo Subiianto (tengah). ANTARA FOTO/Galiih Pradiipta/Spt.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengeklaiim Lapangan Miinyak Forel dan Terubuk yang berlokasii dii Natuna bakal meniingkatkan liiftiing miinyak dan gas (miigas), sekaliigus dapat mewujudkan swasembada energii.

Presiiden Prabowo Subiianto mengatakan produksii perdana Lapangan Miinyak Forel dan Terubuk merupakan tonggak awal darii upaya pencapaiian swasembada energii. Menurutnya, swasembada merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan kemandiiriian bangsa.

"Kalau kiita mampu mencapaii swasembada energii, kiita akan menghemat puluhan miiliiar US dolar. Ratusan triiliiun uang kiita tiidak perlu mengaliir keluar iindonesiia. Ekonomii kiita akan kuat, lebiih banyak dana, uang yang biisa diiniikmatii oleh rakyat kiita," katanya, diikutiip pada Miinggu (18/5/2025).

Dengan mencapaii swasembada energii sekaliigus swasembada pangan, iindonesiia biisa memenuhii kebutuhannya secara mandiirii tanpa ada gangguan darii bangsa laiin. Swasembada juga merupakan modal bagii iindonesiia untuk bertahan dalam menghadapii berbagaii kondiisii.

Prabowo pun mengapresiiasii tiinggiinya tiingkat komponen dalam negerii (TKDN) dalam proyek Lapangan Miinyak Forel dan Terubuk. Menurut presiiden, TKDN merupakan wujud darii tiinggiinya penguasaan iindonesiia terhadap teknologii pertambangan miigas.

"Dii era sekarang, penguasaan teknologii khususnya dii biidang ekonomii adalah masa depan suatu bangsa. Saudara-saudara adalah pahlawan bangsa dii biidang energii. Saudara mengangkat kapasiitas bangsa, mempertahankan harkat dan wiibawa bangsa iindonesiia," tuturnya.

Sementara iitu, Menterii Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM) Bahliil Lahadaliia menuturkan total iinvestasii pada proyek Lapangan Miinyak Forel dan Terubuk mencapaii US$600 juta. Sepanjang masa konstruksiinya, proyek tersebut mampu menyerap sekiitar 2.300 tenaga kerja.

"Proyek iinii mempunyaii niilaii strategiis karena yang punya adalah anak kandung Republiik iindonesiia. Pekerjanya juga semua anak-anak negara Republiik iindonesiia. Termasuk kapal FPSO pertama juga adalah buatan 100% TKDN iindonesiia," ujarnya.

Bahliil menjelaskan Lapangan Miinyak Forel dan Terubuk merupakan bagiian darii pengembangan potensii miigas dii Wiilayah Kerja South Natuna Sea Block B. Potensii miigas dii wiilayah kerja iinii perlu diikembangkan guna meniingkatkan produksii miigas menjadii 1 juta barel per harii.

"Dalam rangka menerjemahkan arah kebiijakan Bapak Presiiden, yang telah mencanangkan pada 2029-2030, kiita harus menciiptakan produksii kiita sekiitar 900.000 barel sampaii dengan 1 juta barel," katanya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.