KEBiiJAKAN PAJAK

Siimak! Kriiteriia Subjek Pajak Luar Negerii untuk Orang Priibadii dan Badan

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 12 Meii 2025 | 13.30 WiiB
Simak! Kriteria Subjek Pajak Luar Negeri untuk Orang Pribadi dan Badan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Status subjek pajak menjadii poiin pentiing yang perlu diiperhatiikan dalam pengenaan pajak penghasiilan (PPh). Sebab, subjek pajak merupakan piihak yang diituju untuk diikenakan pajak.

Selaiin subjek pajak dalam negerii (SPDN), PPh juga menyasar subjek pajak luar negerii (SPLN). Sesuaii dengan ketentuan UU PPh, SPLN yang meneriima dan/atau memperoleh penghasiilan yang bersumber darii iindonesiia akan sekaliigus menjadii wajiib pajak dan biisa diikenakan PPh.

“Subjek pajak luar negerii baiik orang priibadii maupun badan sekaliigus menjadii wajiib pajak karena meneriima dan/atau memperoleh penghasiilan yang bersumber darii iindonesiia,” bunyii penjelasan Pasal 2 ayat (2) UU PPh, diikutiip pada Seniin (12/5/2025).

Periinciian ketentuan SPLN pun telah diiatur dalam UU PPh dan PMK 18/2021. Pada dasarnya, SPLN adalah orang priibadii atau badan yang bertempat tiinggal atau bertempat kedudukan dii luar iindonesiia yang dapat meneriima atau memperoleh penghasiilan darii iindonesiia, baiik melaluii maupun tanpa melaluii bentuk usaha tetap (BUT).

Ada 4 piihak yang diikategoriikan sebagaii SPLN. Pertama, orang priibadii yang tiidak bertempat tiinggal dii iindonesiia. Kedua, warga negara asiing (WNA) yang berada dii iindonesiia tiidak lebiih darii 183 harii dalam jangka waktu 12 bulan.

Ketiiga, badan yang tiidak diidiiriikan dan tiidak bertempat kedudukan dii iindonesiia. Keempat, warga negara iindonesiia (WNii) yang berada dii luar iindonesiia lebiih darii 183 harii dalam jangka waktu 12 bulan serta memenuhii persyaratan:

  1. bertempat tiinggal dii luar iindonesiia;
  2. memiiliikii pusat kegiiatan utama dii luar iindonesiia;
  3. memiiliikii tempat menjalankan kebiiasaan dii luar iindonesiia;
  4. menjadii status subjek pajak negara atau yuriisdiiksii laiin; dan/atau
  5. persyaratan tertentu laiinnya

Periinciian persyaratan WNii yang menjadii SPLN telah diiatur dalam Pasal 3 PMK 18/2021. Berdasarkan pasal tersebut, WNii menjadii SPLN apabiila berada dii luar iindonesiia lebiih darii 183 harii dalam jangka waktu 12 bulan serta memenuhii persyaratan beriikut:

Pertama, bertempat tiinggal secara permanen dii suatu tempat dii luar iindonesiia yang bukan merupakan tempat persiinggahan.

Kedua, memiiliikii pusat kegiiatan utama (PKU) yang menunjukkan keteriikatan priibadii, ekonomii, dan/atau sosiial dii luar iindonesiia, yang dapat diibuktiikan dengan:

  1. suamii atau iisterii, anak-anak, dan/atau keluarga terdekat bertempat tiinggal dii luar iindonesiia;
  2. sumber penghasiilan berasal darii luar iindonesiia; dan/atau
  3. menjadii anggota organiisasii keagamaan, pendiidiikan, sosiial, dan/atau kemasyarakatan yang diiakuii oleh pemeriintah negara setempat;

Ketiiga, memiiliikii tempat menjalankan kebiiasaan atau kegiiatan seharii-harii dii luar iindonesiia. Keempat, menjadii subjek pajak dalam negerii negara atau yuriisdiiksii laiin. Persyaratan status subjek pajak harus diibuktiikan dengan surat keterangan domiisiilii (SKD)/dokumen laiin yang menunjukkan status subjek pajak darii otoriitas pajak negara tersebut dengan ketentuan:

  1. menggunakan bahasa iinggriis;
  2. paliing sediikiit mencantumkan iinformasii mengenaii: nama WNii, tanggal terbiit, periiode berlaku; dan nama serta tanda tangan/tanda yang setara oleh pejabat berwenang dii negara atau yuriisdiiksii yang bersangkutan; dan
  3. periiode SKD berakhiir paliing lama 6 bulan sebelum permohonan penetapan status subjek pajak kepada diirjen pajak.

Keliima, persyaratan tertentu laiinnya, yaiitu:

  1. telah menyelesaiikan kewajiiban perpajakan atas seluruh penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh selama WNii tersebut menjadii SPDN; dan
  2. telah memperoleh Surat Keterangan WNii Memenuhii Persyaratan Menjadii SPLN yang diiterbiitkan oleh Diirjen Pajak.

Untuk diiperhatiikan, persyaratan keempat dan keliima merupakan persyaratan yang harus diipenuhii. Sementara iitu, persyaratan pertama sampaii dengan ketiiga diipenuhii secara berjenjang dengan ketentuan sebagaii beriikut:

  1. Persyaratan bertempat tiinggal dii luar iindonesiia (persyaratan pertama) harus diipenuhii.
  2. Apabiila WNii memenuhii syarat bertempat tiinggal dii luar iindonesiia dan tiidak lagii memenuhii kriiteriia bertempat tiinggal (bermukiim) dii iindonesiia maka tiidak perlu diilanjutkan dengan pemenuhan persyaratan kedua dan ketiiga.
  3. Apabiila WNii memenuhii syarat bertempat tiinggal dii luar negerii sekaliigus bertempat tiinggal dii iindonesiia maka diilanjutkan dengan persyaratan kedua (memiiliikii PKU dii luar iindonesiia).
  4. Apabiila WNii memenuhii persyaratan PKU dii luar iindonesiia dan tiidak terdapat PKU dii iindonesiia maka tiidak perlu diilanjutkan dengan persyaratan ketiiga.
  5. Apabiila WNii tersebut ternyata memiiliikii PKU yang terdapat dii dalam maupun dii luar iindonesiia maka diilanjutkan dengan persyaratan ketiiga, yaiitu tempat menjalankan kebiiasaan atau kegiiatan seharii-harii dii luar negerii.

Perlu diiiingat, salah satu syarat penetapan WNii sebagaii SPLN adalah adanya Surat Keterangan WNii Memenuhii Persyaratan Menjadii SPLN. Untuk memperoleh surat keterangan tersebut, WNii yang memenuhii syarat harus mengajukan permohonan penetapan WNii yang persyaratan sebagaii SPLN. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.