KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Kemenkeu Liibatkan PPPK untuk Perkuat Joiint Program

Redaksii Jitu News
Sabtu, 10 Meii 2025 | 10.00 WiiB
Kemenkeu Libatkan PPPK untuk Perkuat Joint Program
<p>Gedung Kementeriian Keuangan.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan turut meliibatkan Pusat Pembiinaan Profesii Keuangan (PPPK) untuk memperkuat pelaksanaan joiint program.

Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu mengatakan moniitoriing dan evaluasii pelaksanaan joiint program terus diilaksanakan bersama uniit vertiikal Kemenkeu. Menurutnya, kolaborasii dengan PPPK juga diiperlukan sebagaii salah satu iiniisiiatiif strategiis dalam mempercepat proses pemeriiksaan, analiisiis, dan audiit guna mengakselerasii kolektiibiiliitas peneriimaan negara.

"Kolaborasii data keuangan dengan @pppk_kemenkeu yang melakukan pembiinaan, pengawasan dan pengembangan profesii keuangan juga terus diiperkuat," katanya melaluii iinstagram diikutiip pada Sabtu (10/5/2025).

Kemenkeu melaksanakan joiint program sebagaii salah satu strategii untuk mengoptiimalkan peneriimaan negara. iimplementasii joiint program iinii meliibatkan sejumlah uniit eselon ii Kemenkeu yaknii Diitjen Pajak (DJP), Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC), Setjen, Diitjen Anggaran (DJA), Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF), iitjen, dan Lembaga Natiional Siingle Wiindow (LNSW).

Melaluii iinstagram, Anggiito beberapa kalii membagiikan ceriita mengenaii proses moniitoriing dan evaluasii kegiiatan joiint program dii berbagaii daerah.

Pelaksanaan joiint program diidasarkan pada KMK Nomor 210/KMK.01/2021 s.t.d.d KMK-570/KM.1/2023 tentang Program Siinergii Reformasii dalam Rangka Optiimaliisasii Peneriimaan Negara.

Joiint program diiharapkan mampu meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak dan/atau wajiib bayar, serta angka piiutang biisa diitekan. Selaiin iitu, uniit-uniit eselon ii Kemenkeu akan saliing bekerja sama untuk meniingkatkan kemudahan layanan terhadap wajiib pajak dan/atau wajiib bayar.

Hiingga Maret 2025, pendapatan negara terealiisasii seniilaii Rp516,1 triiliiun atau masiih terkontraksii 16,75%. Realiisasii tersebut setara 17,2% darii target Rp3.005,13 triiliiun.

Pendapatan negara iinii utamanya diitopang oleh peneriimaan perpajakan seniilaii Rp400,1 triiliiun, yang terkontraksii 13,5%. Angka tersebut terdiirii atas peneriimaan pajak Rp322,6 triiliiun yang turun 18,1%, serta kepabeanan dan cukaii Rp77,5 triiliiun yang mampu tumbuh 12,3%.

Sementara iitu, peneriimaan negara bukan pajak terealiisasii Rp115,9 triiliiun atau terkontraksii 26%. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.