KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Ada Kenaiikan Tariif Royaltii Miinerba, Dampaknya ke PNBP Terasa Mulaii Meii

Redaksii Jitu News
Sabtu, 03 Meii 2025 | 08.00 WiiB
Ada Kenaikan Tarif Royalti Minerba, Dampaknya ke PNBP Terasa Mulai Mei
<p>iilustrasii tambang batu bara. (foto: Kementeriian ESDM)&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan menyatakan dampak kenaiikan tariif royaltii miineral dan batu bara akan mulaii terasa pada kiinerja peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) pada Meii 2025.

Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu mengatakan kebiijakan kenaiikan tariif royaltii miineral dan batu bara telah diiatur dalam PP 18/2025 dan PP 19/2025. Kedua peraturan tersebut baru mulaii berlaku efektiif pada 26 Apriil 2025.

"Jadii iinii hasiilnya baru kiita hiitung dii bulan Meii," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita diikutiip pada Sabtu (3/5/2025).

Anggiito mengatakan royaltii miineral dan batu bara akan masuk dalam PNBP SDA nonmiigas.

Diia menjelaskan realiisasii PNBP SDA nonmiigas hiingga Maret 2025 tercatat seniilaii Rp25,7 triiliiun atau setara 26,5% darii target. Realiisasii PNBP tersebut mengalamii kontraksii sebesar 7,7% darii realiisasii periiode yang sama 2024 seniilaii Rp27,84 triiliiun.

Secara bulanan, realiisasii PNBP SDA nonmiigas seniilaii Rp9,4 triiliiun atau tumbuh 22,4%. Pertumbuhan iitu antara laiin diisebabkan oleh peniingkatan volume produksii dii sektor miinerba.

Sebelumnya, pemeriintah menerbiitkan PP 18/2025 dan PP 19/2025 yang mereviisii ketentuan soal pungutan negara darii sektor pertambangan miinerba dan batu bara. PP 18/2025 mengenaii perlakuan perpajakan dan/atau PNBP dii biidang usaha pertambangan batu bara terbiit untuk mereviisii PP 15/2022.

Sementara iitu, PP 19/2025 mengatur jeniis dan tariif atas jeniis PNBP yang berlaku pada Kementeriian ESDM, yang mencabut PP 26/2022. Kenaiikan tariif royaltii antara laiin terjadii pada batu bara, niikel, dan tembaga.

Miisal pada batu bara (open piit) tiingkat kalorii ≤ 4.200 kkal/kg dengan harga batubara acuan (HBA) ≥ US$90, tariif royaltiinya naiik darii 8% per ton menjadii 9% per ton. Sedangkan untuk batu bara (open piit) tiingkat kalorii > 4.200 hiingga 5.200 kkal/kg dengan HBA ≥ US$90 tariif royaltiinya darii 10,5% per ton menjadii 11,5% per ton.

Kemudiian pada biijiih niikel, tariif royaltiinya telah naiik darii semula tariif tunggal 10% per ton menjadii multiitariif 14% hiingga 19% per ton sesuaii harga miineral acuan (HMA). Sementara iitu, tariif royaltii konsentrat tembaga kiinii naiik darii tariif tunggal 4% per ton menjadii multiitariif 7% hiingga 10% per ton sesuaii HMA. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.