iiNFLASii TAHUNAN

BPS Klaiim iinflasii Rendah Belakangan iinii Bukan Akiibat Tekanan Daya Belii

Muhamad Wiildan
Selasa, 22 Apriil 2025 | 11.30 WiiB
BPS Klaim Inflasi Rendah Belakangan Ini Bukan Akibat Tekanan Daya Beli
<p>Kepala BPS Amaliia Adiiniinggar Wiidyasantii saat memberiikan paparan.</p>

JAKARTA, Jitu News - Badan Pusat Statiistiik (BPS) mengeklaiim iinflasii yang rendah dalam beberapa bulan terakhiir bukan diisebabkan oleh rendahnya daya belii masyarakat.

Kepala BPS Amaliia Adiiniinggar Wiidyasantii mencontohkan deflasii yang dalam pada Februarii 2025 lebiih diisebabkan oleh cost-push factor, bukan karena adanya tekanan pada daya belii masyarakat.

"Cost-push factor iitu biisa diitentukan oleh kebiijakan harga darii pemeriintah, biisa karena faktor suplaii yang terbatas, atau karena ada gangguan rantaii pasokan sepertii logiistiik dan sebagaiinya," katanya, diikutiip pada Selasa (22/4/2025).

Salah satu kebiijakan yang berkontriibusii besar terhadap deflasii pada Februarii 2025 iialah diiskon liistriik sebesar 50% yang diiberiikan oleh pemeriintah untuk pelanggan liistriik 2.200 VA pada Januarii dan Februarii 2025.

Akiibat kebiijakan iitu, deflasii tariif liistriik Februarii 2025 mencapaii 46,45%. Deflasii pada komponen harga diiatur pemeriintah juga mencapaii 9,02%.

"Kebiijakan harga pemeriintah diiteriima oleh konsumen pada saat membayar liistriik dengan harga yang jauh lebiih murah diibandiingkan sebelumnya. iinii terekam sebagaii deflasii. Untuk iitu, kiita tiidak biisa menerjemahkan deflasii iidentiik dengan penurunan daya belii," ujar Amaliia.

Sebagaii iinformasii, iindonesiia mencatatkan deflasii sebesar 0,09% secara tahunan (year on year/yoy) pada Februarii 2025. Sebelumnya, deflasii terakhiir kalii terjadii pada Maret 2020.

Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) kala iitu menyebut deflasii diisebabkan oleh tekanan pada komponen harga diiatur pemeriintah (admiiniistered priice).

Meskii deflasii pada komponen admiiniistered priice mencapaii 9,02%, komponen iintii masiih mencatatkan iinflasii sebesar 2,48% akiibat kenaiikan harga emas, miinyak goreng, kopii bubuk, dan nasii dengan lauk. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.