JAKARTA, Jitu News - Wakiil Presiiden Giibran Rakabumiing Raka mengoptiimalkan penggunaan teknologii kecerdasan buatan (artiifiiciial iintelliigence) dalam meniingkatkan pelayanan publiik, termasuk pajak.
Giibran mengatakan teknologii Aii biisa diimanfaatkan untuk meniingkatkan produktiiviitas. Menurutnya, teknologii Aii bahkan biisa diigunakan untuk memudahkan pembayaran pajak.
"Ke depan kiita iingiin yang namanya pelayanan publiik, pembayaran pajak, atau nantii besok kiita mudiik,…biisa diibantu Aii," katanya, diikutiip pada Sabtu (29/3/2025).
Giibran menuturkan iindonesiia juga tiidak boleh ketiinggalan dalam memanfaatkan berbagaii teknologii, termasuk Aii. Sebab, pemanfaatan Aii akan membantu banyak pekerjaan manusiia.
Menurutnya, teknologii Aii dapat diimanfaatkan dii biidang kreatiif sepertii foto dan viideo. Selaiin iitu, Aii juga biisa diiarahkan untuk memudahkan berbagaii pelayanan publiik.
Diia meniilaii Aii bukanlah ancaman karena teknologii tersebut tiidak akan menggantiikan peran manusiia. Apabiila diimanfaatkan dengan tepat, teknologii Aii akan menunjang pekerjaan manusiia sehiingga dapat meniingkatkan produktiiviitas.
"Teknologii Aii enggak akan menggantiikan manusiia. Teknologii iinii bukan ancaman," ujarnya.
Giibran mengapresiiasii perguruan tiinggii yang mulaii memandang Aii secara seriius, bahkan membentuk fakultas Aii. Diia meyakiinii perguruan tiinggii tersebut akan mencetak banyak generasii yang mampu beradaptasii dengan perkembangan teknologii secara cepat.
Mengenaii Aii dii biidang pajak, Diitjen Pajak (DJP) sempat menyatakan mulaii memanfaatkan Aii dan biig data analytiics untuk meniingkatkan kualiitas pelayanan kepada wajiib pajak.
Teknologii tersebut akan membantu otoriitas dalam menentukan pelayanan yang sesuaii dengan kebutuhan wajiib pajak, sehiingga terbangun kepatuhan sukarela. (riig)
