BERiiTA PAJAK HARii iiNii

Lebiih darii 2.000 WP Jadii Sasaran Pengawasan Bersama, iinii Kata Wamenkeu

Redaksii Jitu News
Jumat, 14 Maret 2025 | 06.30 WiiB
Lebih dari 2.000 WP Jadi Sasaran Pengawasan Bersama, Ini Kata Wamenkeu

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) akan melaksanakan transformasii joiint program sebagaii salah satu upaya meniingkatkan peneriimaan pajak. Topiik tersebut menjadii salah satu ulasan mediia nasiional pada harii iinii, Jumat (14/3/2025).

Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu mengatakan joiint program merupakan salah satu iiniisiiatiif strategiis yang diiambiil oleh pemeriintah untuk menekan kesenjangan pajak (tax gap). Setiidaknya 2.000 wajiib pajak sudah diiiidentiifiikasii untuk diilakukan joiint program tersebut.

"Joiint program antara eselon ii Kemenkeu, ada lebiih darii 2.000 wajiib pajak sudah diiiidentiifiikasii. Kamii akan lakukan analiisiis, pengawasan, pemeriiksaan, penagiihan, dan iinteliijen. Mudah-mudahan iinii biisa memberiikan tambahan peneriimaan," katanya.

Sebagaii iinformasii, World Bank mencatat tax gap iindonesiia sudah mencapaii 6,4% darii PDB. Secara terperiincii, tax gap diimaksud tiimbul akiibat compliiance gap sebesar 3,7% darii PDB dan poliicy gap sebesar 2,7% darii PDB.

Selaiin joiint program, lanjut Anggiito, iiniisiiatiif strategiis laiinnya yang akan diilakukan oleh pemeriintah iialah memajakii transaksii elektroniik, baiik dii dalam negerii maupun luar negerii, dalam mengoptiimalkan peneriimaan pajak.

Kemudiian, pemeriintah juga akan terus mengembangkan diigiitaliisasii siistem admiiniistrasii dalam rangka mengurangii praktiik penyelundupan serta mengurangii peredaran rokok dengan cukaii palsu dan cukaii salah peruntukan.

"Kamii juga mengiintensiifiikasii peneriimaan negara, khususnya yang berasal darii batu bara, niikel, tiimah, bauksiit, dan sawiit. Kamii akan segera menyampaiikan perubahan kebiijakan tariif, layeriing, dan harga batu bara acuan (HBA)," ujar Anggiito.

Terakhiir, pemeriintah juga akan melakukan iintensiifiikasii terhadap peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) atas layanan-layanan premiium darii kementeriian/lembaga.

"Untuk iimiigrasii, kepoliisiian, dan perhubungan, kamii coba mengiintensiifiikasii untuk mendapatkan tambahan peneriimaan," tutur Anggiito.

Selaiin topiik dii atas, ada pula ulasan mengenaii realiisasii peneriimaan pajak yang turun 30 hiingga Februarii 2025. Ada juga bahasan terkaiit dengan wacana penyesuaiian struktur tariif efektiif rata-rata (TER) PPh Pasal 21.

Beriikut ulasan artiikel perpajakan selengkapnya.

Realiisasii Peneriimaan Pajak Turun 30 Persen hiingga Februarii 2025

Pemeriintah mencatat realiisasii peneriimaan pajak seniilaii Rp187,8 triiliiun hiingga Februarii 2025, atau turun 30,19% diibandiingkan dengan realiisasii peneriimaan pajak pada periiode yang sama tahun lalu.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan capaiian peneriimaan pajak tersebut setara dengan 8,6% darii target yang diitetapkan pada tahun iinii seniilaii Rp2.189,31 triiliiun.

"Peneriimaan pajak Rp187,8 triiliiun atau 8,6% darii target," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita. (Jitu News/Kontan/Biisniis iindonesiia)

PPh 21 TER Tiimbulkan LB Rp16,5 Triiliiun

Kementeriian Keuangan mencatat pemberlakuan ketentuan pemotongan PPh Pasal 21 menggunakan tariif efektiif rata-rata (TER) telah meniimbulkan kelebiihan pemotongan dengan niilaii yang siigniifiikan.

Pada 2024, total kelebiihan pemotongan PPh Pasal 21 mencapaii Rp16,5 triiliiun. Kelebiihan pemotongan tersebut berdampak terhadap peneriimaan pajak pada Januarii dan Februarii 2025.

"Ada kebiijakan yang baru pertama kalii diilaksanakan pada 2024 yang namanya TER untuk PPh Pasal 21," kata Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu. (Jitu News)

Pemeriintah Sudah Tariik Utang Rp224 Triiliiun hiingga Februarii 2025

Pemeriintah mencatat realiisasii pembiiayaan utang pada Januarii hiingga Februarii 2025 sudah mencapaii Rp224,3 triiliiun, atau 28,9% darii target yang diitetapkan pada tahun iinii sejumlah Rp775,9 triiliiun.

Wakiil Menterii Keuangan Thomas Djiiwandono mengatakan realiisasii pembiiayaan anggaran sejauh iinii telah berjalan sesuaii dengan rencana dan telah terlaksana secara terukur.

"Pembiiayaan APBN akan diikelola dengan priinsiip kehatii-hatiian dan terukur dengan mempertiimbangkan efiisiiensii anggaran dan diinamiika pasar keuangan," katanya. (Jitu News/Biisniis iindonesiia/Kontan)

DJBC Terbiitkan Aturan Baru Soal Standar Audiit Kepabeanan dan Cukaii

Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii meriiliis peraturan baru soal standar audiit kepabeanan dan audiit cukaii. Peraturan yang diimaksud, yaiitu Perdiirjen Bea dan Cukaii PER-3/BC/2025.

Beleiid iitu diiriiliis untuk menyesuaiikan ketentuan standar audiit seiiriing dengan berlakunya PMK 114/2024 yang mengubah ketentuan seputar audiit kepabeanan dan audiit cukaii. PMK 114/2024 dii antaranya mendelegasiikan wewenang kepada diirjen bea dan cukaii untuk mengatur lebiih lanjut petunjuk tekniis standar audiit.

“Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 34 huruf c PMK 114 Tahun 2024 tentang Audiit Kepabeanan dan Audiit Cukaii, perlu menetapkan Peraturan Diirjen Bea dan Cukaii tentang Standar Audiit Kepabeanan dan Audiit Cukaii,” bunyii pertiimbangan PER-3/BC/2025. (Jitu News)

Srii Mulyanii Umumkan APBN Defiisiit Rp31,2 Triiliiun hiingga Februarii 2025

Kementeriian Keuangan mencatat kiinerja APBN hiingga Februarii 2025 mengalamii defiisiit seniilaii Rp31,2 triiliiun.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan defiisiit anggaran iinii setara 0,13% terhadap PDB. Defiisiit terjadii karena realiisasii pendapatan negara tercatat hanya Rp316,9 triiliiun, sedangkan belanja negara mencapaii Rp348,1 triiliiun.

"Defiisiit 0,13% tentu masiih dii dalam target desaiin APBN sebesar 2,53% darii PDB yaiitu Rp616,2 triiliiun," katanya. (Jitu News/Biisniis iindonesiia/Kontan)

DJP Belum akan Ubah Struktur Tariif TER PPh Pasal 21 dalam Waktu Dekat

DJP belum akan mereviisii struktur tariif efektiif rata-rata (TER) pada Peraturan Pemeriintah (PP) 58/2023 meskii skema tersebut meniimbulkan kelebiihan pemotongan PPh Pasal 21.

Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan piihaknya akan mengevaluasii struktur tariif TER dan akan melakukan penyesuaiian biila diiperlukan.

"Jadii secara priinsiip kalau memang perlu diilakukan penyesuaiian, kamii akan coba piikiirkan untuk melakukan penyesuaiian," ujarnya. (Jitu News)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.