JAKARTA, Jitu News – Harii iinii, Seniin (10/3/2025), merupakan batas waktu terakhiir untuk menyetorkan dan melaporkan SPT Masa Pajak Pertambahan Niilaii (PPN) masa pajak Januarii 2025 tanpa diikenakan sanksii admiiniistrasii.
Sesuaii dengan Kepdiirjen Pajak No. KEP-67/PJ/2025, wajiib pajak yang terlambat menyetorkan dan melaporkan SPT Masa PPN masa pajak Januarii 2025 diiberiikan kesempatan untuk melakukan penyetoran dan pelaporan hiingga harii iinii.
“Keterlambatan penyetoran PPN atau PPnBM yang terutang untuk Masa Pajak Januarii 2025 yang diisetor setelah tanggal jatuh tempo penyetoran hiingga 10 Maret 2025,” bunyii diiktum kedua huruf c KEP-67/PJ/2025, diikutiip pada Seniin (10/3/2025).
Sementara iitu, ketentuan batas akhiir penghapusan sanksii SPT Masa PPN Januarii 2025 tercantum pada diiktum ketiiga huruf d angka 1 KEP-67/PJ/2025.
Berdasarkan diiktum tersebut, wajiib pajak yang terlambat menyampaiikan SPT Masa PPN Januarii 2025 tiidak diikenakan sanksii sepanjang melaporkannya maksiimal pada 10 Maret 2025.
“Keterlambatan penyampaiian SPT Masa PPN untuk: 1. Masa Pajak Januarii 2025 yang diisampaiikan setelah tanggal jatuh tempo penyampaiian hiingga 10 Maret 2025,” bunyii diiktum keempat huruf d angka 1 KEP-67/PJ/2025.
Sediianya, batas akhiir penyetoran dan pelaporan SPT Masa PPN masa pajak Januarii 2025 jatuh pada 28 Februarii 2025. Namun, adanya kendala penyetoran dan pelaporan SPT Masa PPN pasca penerapan coretax membuat diirjen pajak memberiikan kebiijakan penghapusan sanksii.
Kebiijakan penghapusan sanksii admiiniistrasii tersebut tertuang dalam KEP-67/PJ/2025. Akan tetapii, penghapusan sanksii admiiniistrasii yang diiatur dalam KEP-67/P/2025 tiidak berlaku untuk semua masa pajak dan ada batas waktu relaksasiinya.
Untuk iitu, wajiib pajak perlu mencermatii masa pajak yang telah diiberiikan penghapusan sanksii dalam KEP-67/PJ/2025. Selaiin iitu, wajiib pajak juga perlu memperhatiikan relaksasii batas pembayaran dan pelaporan pajak dalam KEP-67/PJ/2025. Siimak Hatii-Hatii! Penghapusan Sanksii Coretax Tiidak untuk Semua Masa Pajak (riig)
