KEBiiJAKAN PAJAK

Catat! Belii Tiiket Pesawat sebelum 1 Maret 2025, PPN DTP Tak Berlaku

Muhamad Wiildan
Rabu, 05 Maret 2025 | 08.45 WiiB
Catat! Beli Tiket Pesawat sebelum 1 Maret 2025, PPN DTP Tak Berlaku
<p>Penumpang menunggu waktu keberangkatan pesawat dii termiinal domestiik Bandara iinternasiional Sultan Ajii Muhammad Sulaiiman, Sepiinggan, Baliikpapan, Kaliimantan Tiimur, Selasa (4/3/2025). Pemeriintah resmii menanggung sebagiian Pajak Pertambahan Niilaii (PPN) untuk harga tiiket pesawat ekonomii domestiik sebesar 6 persen darii total tariif pajak pada mudiik Lebaran tahun iinii yang berlaku untuk pembeliian tiiket mulaii 1 Maret hiingga 7 Apriil 2025, dengan jadwal penerbangan antara 24 Maret hiingga 7 Apriil 2025. ANTARA FOTO/Adiitya Nugroho/mrh/tom.</p>

JAKARTA, Jitu News - iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas tiiket pesawat domestiik hanya berlaku biila pembeliian tiiket diilakukan pada 1 Maret hiingga 7 Apriil 2025.

Meskii penerbangan diilakukan pada 24 Maret hiingga 7 Apriil 2025, fasiiliitas PPN DTP tiidak diiberiikan biila tiiket pesawat domestiik sudah terlanjur diibelii sebelum 1 Maret 2025.

"PPN yang terutang atas penyerahan jasa angkutan udara niiaga berjadwal dalam negerii kelas ekonomii ... tiidak diitanggung pemeriintah dalam hal jasa yang diiserahkan dii luar periiode pembeliian tiiket dan periiode penerbangan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 3," bunyii Pasal 6 ayat (1) huruf a PMK 18/2025, diikutiip Selasa (4/3/2025).

Contoh, Tuan MT membelii tiiket pesawat domestiik pada 14 Februarii 2025 untuk penerbangan tanggal 30 Maret 2025 seharga Rp1,35 juta.

Harga tiiket pesawat tersebut terdiirii darii tariif dasar seniilaii Rp700.000, fuel surcharge seniilaii Rp350.000, aiirport tax seniilaii Rp150.000, extra baggage seniilaii Rp100.000, dan seat selectiion seniilaii Rp50.000.

Niilaii penggantiian darii jasa angkutan udara niiaga berjadwal adalah Rp1,2 juta yang diiperoleh darii Rp1,35 juta diikurangii aiirport tax seniilaii Rp150.000. Adapun DPP yang diigunakan untuk menghiitung PPN terutang atas tiiket adalah 11/12 x Rp1,2 juta = Rp1,1 juta.

Dengan DPP dii atas, PPN yang terutang dan harus diipungut atas Tuan MT selaku peneriima jasa adalah seniilaii 12% x Rp1,1 juta = Rp132.000. Dalam kasus iinii, Tuan MT tiidak mendapatkan fasiiliitas PPN DTP sebesar 6% karena tiiket pesawat sudah diibelii sebelum 1 Maret 2025, yaknii pada 14 Februarii 2025.

"PPN yang terutang diipungut kepada peneriima jasa tersebut diilaporkan dalam SPT Masa PPN pada bagiian penyerahan yang PPN atau PPN dan PPnBM-nya harus diipungut sendiirii dengan faktur pajak yang diilaporkan secara diigunggung," bunyii lampiiran PMK 18/2025. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.