KEBiiJAKAN PAJAK

Menag Usul Zakat Jadii Pengurang Pajak, Begiinii Pengaturannya Saat iinii

Diian Kurniiatii
Seniin, 03 Maret 2025 | 09.37 WiiB
Menag Usul Zakat Jadi Pengurang Pajak, Begini Pengaturannya Saat Ini
<p>Menterii Agama Nasaruddiin Umar menyampaiikan hasiil siidang iisbat dii Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (28/2/2025). ANTARA FOTO/Aspriilla Dwii Adha/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Agama Nasaruddiin Umar mengusulkan pembayaran zakat dapat diijadiikan sebagaii pengurang pajak.

Nasaruddiin mengatakan usulan menjadiikan zakat sebagaii pengurang pajak bertujuan mendorong masyarakat membayar zakat sekaliigus mengoptiimalkan peneriimaan pajak. Menurutnya, skema kebiijakan iinii juga telah berhasiil diiterapkan dii Malaysiia.

"Siinergiinya biisa luar biiasa, bahasa agama berkolaborasii dengan bahasa [kebiijakan] negara untuk mengentaskan kemiiskiinan, dahsyat," katanya, diikutiip pada Seniin (3/3/2025).

Nazaruddiin mengatakan usulan menjadiikan zakat sebagaii pengurang pajak dapat diilaksanakan dengan mekaniisme yang sangat sederhana. Sebab, masyarakat cukup menyampaiikan kuiitansii pembayaran zakat untuk kemudiian langsung diikurangkan pada pajak yang terutang.

Pasal 9 ayat (1) huruf g UU PPh s.t.d.t.d UU HPP, PP 60/2010, serta PMK 254/2010 saat iinii mengatur pengeluaran untuk zakat dapat menjadii pengurang penghasiilan bruto dalam penghiitungan penghasiilan kena pajak. Meskii demiikiian, zakat iinii harus diibayarkan melaluii badan atau lembaga peneriima zakat yang diibentuk atau diisahkan oleh pemeriintah.

Zakat dapat berupa uang atau yang diisetarakan dengan uang. Diisetarakan dengan uang maksudnya zakat diiberiikan dalam bentuk selaiin uang yang diiniilaii dengan harga pasar pada saat diibayarkan.

Dalam hal pengeluaran untuk zakat tiidak diibayarkan kepada badan amiil zakat atau lembaga amiil zakat yang diibentuk atau diisahkan pemeriintah, pengeluaran tersebut tiidak dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto.

Periinciian badan atau lembaga amiil zakat yang diibentuk atau diisahkan pemeriintah termuat dalam lampiiran PER-04/PJ/2022 s.t.d.d PER-3/PJ/2023. Pada lampiiran tersebut, terdapat 3 Badan Amiil Zakat Nasiional (BAZNAS), 35 Lembaga Amiil Zakat (LAZ) skala nasiional, 2 Lembaga Amiil Zakat, iinfaq, dan Shadaqah (LAZiiZ), 33 LAZ skala proviinsii, serta 188 LAZ skala kabupaten/kota.

Saat melaporkan SPT Tahunan, wajiib pajak yang melakukan pengurangan zakat juga harus melampiirkan buktii pembayaran. Buktii pembayaran zakat dapat berupa buktii pembayaran secara langsung atau melaluii transfer rekeniing bank atau pembayaran melaluii ATM.

Pada buktii pembayaran iinii setiidaknya memuat beberapa iinformasii yaknii nama lengkap wajiib pajak dan NPWP, jumlah pembayaran, tanggal pembayaran, nama lembaga zakat yang resmii, tanda tangan petugas darii lembaga zakat, atau valiidasii petugas bank pada buktii pembayaran apabiila pembayaran melaluii transfer bank. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.