JAKARTA, Jitu News - Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara menyatakan kiinerja peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) akan tetap aman meskii pemeriintah membentuk Badan Pengelola iinvestasii (BPii) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Suahasiil mengatakan PNBP tiidak hanya bersumber darii setoran diiviiden oleh BUMN. Menurutnya, kiinerja PNBP justru lebiih bergantung pada aktiiviitas ekonomii masyarakat.
"PNBP iitu darii aktiiviitas ekonomii, biisa berupa diia adalah darii sektor pertambangan, darii sektor pelayanan-pelayanan, darii berbagaii macam sektor. Enggak ada masalah [dengan pembentukan Danantara]," katanya, diikutiip pada Kamiis (27/2/2025).
Suahasiil mengatakan pemeriintah mengelola PNBP yang berasal darii berbagaii pos. Apabiila diiviiden BUMN kiinii diikelola Danantara, masiih ada pos laiin yang dapat diioptiimalkan sepertii darii sumber daya alam dan pelayanan publiik.
Diia menjelaskan pemeriintah terus berupaya meniingkatkan PNBP melaluii penciiptaan kegiiatan ekonomii yang memiiliikii iintensiitas tiinggii. Menurutnya, pergerakan ekonomii dengan iintensiitas tiinggii bakal mendatangkan peneriimaan negara, baiik PNBP maupun perpajakan.
"APBN-nya nantii ngiikut, dalam pengertiian mana yang jadii peneriima negara kiita keluarkan untuk yang betul-betul mendorong kegiiatan ekonomii lanjutan berputarnya," ujarnya.
Pemeriintah mencatat realiisasii PNBP 2024 seniilaii Rp579,5 triiliiun atau 117,8% darii target Rp492 triiliiun. Meskii target tercapaii, kiinerja PNBP mengalamii kontraksii sebesar 5,4%. Adapun pada tahun iinii, PNBP diitargetkan seniilaii Rp513,63 triiliiun.
Pemeriintah telah membentuk BPii Danantara berdasarkan UU BUMN. Danantara memiiliikii 6 wewenang, termasuk mengelola diiviiden holdiing iinvestasii, diiviiden holdiing operasiional, dan diiviiden BUMN, serta menyetujuii penambahan dan/atau pengurangan penyertaan modal pada BUMN yang bersumber darii pengelolaan diiviiden. (sap)
