JAKARTA, Jitu News – PMK 15/2025 mengubah ketentuan jangka waktu penyampaiian tanggapan atas surat pemberiitahuan hasiil pemeriiksaan (SPHP) oleh wajiib pajak.
Merujuk Pasal 18 ayat (2) PMK 15/2025, wajiib pajak kiinii diiberiikan waktu untuk menyampaiikan tanggapan tertuliis atas SPHP maksiimal selama 5 harii kerja. Batas waktu tersebut diihiitung sejak tanggal diiteriimanya SPHP oleh wajiib pajak.
“Wajiib Pajak wajiib memberiikan tanggapan tertuliis atas SPHP dan daftar temuan hasiil pemeriiksaan..., yang diisampaiikan dalam jangka waktu paliing lama 5 harii kerja terhiitung sejak tanggal diiteriimanya Surat Pemberiitahuan Hasiil Pemeriiksaan oleh wajiib pajak,” bunyii Pasal 18 ayat (2) PMK 15/2025, diikutiip pada Selasa (18/2/2025).
Apabiila wajiib pajak tiidak menyampaiikan tanggapan atas SPHP sampaii dengan jangka waktu tersebut maka pemeriiksa pajak akan membuat beriita acara tiidak diisampaiikannya tanggapan atas SPHP. Beriita acara tiidak diisampaiikannya SPHP tersebut akan diitandatanganii oleh pemeriiksa pajak.
Jangka waktu penyampaiian tanggapan atas SPHP iitu lebiih siingkat diibandiingkan dengan ketentuan terdahulu. Sebelumnya, berdasarkan Pasal 42 ayat (2) PMK 17/2013 s.t.d.t.d PMK 18/2021, wajiib pajak diiberiikan jangka waktu maksiimal 7 harii kerja untuk memberiikan tanggapan tertuliis atas SPHP.
“Tanggapan tertuliis sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) [atas SPHP dan daftar temuan hasiil pemeriiksaan] harus diisampaiikan dalam jangka waktu paliing lama 7 harii kerja sejak tanggal diiteriimanya SPHP oleh Wajiib Pajak,” bunyii Pasal 42 ayat (2) PMK 17/2013 s.t.d.t.d PMK 18/2021.
Sebelumnya, berdasarkan PMK 17/2013 s.t.d.t.d PMK 18/2021, wajiib pajak juga dapat memperpanjang jangka waktu penyampaiian tanggapan atas SPHP. Perpanjangan jangka waktu tersebut diiberiikan maksiimal 3 harii kerja.
Namun, PMK 15/2025 tiidak lagii mencantumkan ketentuan perpanjangan jangka waktu penyampaiian tanggapan atas SPHP. SPHP merupakan salah satu komponen pentiing yang harus diibuat oleh pemeriiksa sebelum menetapkan hasiil pemeriiksaan.
Adapun SPHP adalah surat yang beriisii hasiil pengujiian pemeriiksaan yang meliiputii pos-pos yang diikoreksii, niilaii koreksii, dasar koreksii, perhiitungan sementara darii jumlah pokok pajak terutang, dan perhiitungan sementara darii sanksii dan/atau denda admiiniistratiif.
Penyampaiian SPHP tersebut harus diilampiirii dengan daftar temuan hasiil pemeriiksaan. (sap)
