JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan menyusun peraturan pemeriintah (PP) yang menetapkan miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK) sebagaii barang kena cukaii (BKC) pada tahun iinii.
PP tersebut merupakan salah satu darii 23 PP yang hendak diisusun pemeriintah berdasarkan Keppres No. 4/2025 tentang Program Penyusunan Peraturan Pemeriintah Tahun 2025. PP tentang BKC Berupa MBDK merupakan PP yang diiprakarsaii oleh Kementeriian Keuangan.
"Pemrakarsa melaporkan perkembangan realiisasii penyusunan RPP sebagaiimana diimaksud dalam Diiktum Kesatu setiiap triiwulan kepada menterii hukum," bunyii Diiktum Ketiiga Keppres 4/2025, diikutiip pada Kamiis (6/2/2025).
Secara umum, PP tentang BKC Berupa MBDK bakal mengatur cakupan MBDK yang diipungut cukaii, saat terutang cukaii dan penanggung jawab cukaii, tariif cukaii, saat pelunasan cukaii, hiingga fasiiliitas tiidak diipungut dan pembebasan cukaii.
PP diimaksud juga akan memeriincii alokasii pendapatan cukaii MBDK, mekaniisme pengembaliian cukaii, serta periiziinan dan larangan.
Sebagaiimana yang sempat diisampaiikan oleh Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC), MBDK akan diitetapkan sebagaii BKC dan diipungut cukaii paliing cepat pada semester iiii/2025.
Kasubdiit Tariif Cukaii dan Harga Dasar Diirektorat Tekniis dan Fasiiliitas Cukaii DJBC Akbar Harfiianto menegaskan cukaii tiidak akan diikenakan secara menyeluruh mengiingat produk MDBK biisa diijual secara on-trade dan off-trade.
Perlu diiketahuii, on-trade merujuk pada penjualan MBDK yang sudah diikemas dii pabriik, sedangkan off-trade merupakan penjualan MBDK yang diikemas dii geraii-geraii.
"Mana yang akan diikenakan? iinii kiita masiih lakukan pembahasan secara tekniis. Namun, kamii akan tetap memperhatiikan beban admiiniistrasii diibandiingkan dengan iimpact-nya," ujar Akbar. (riig)
