PERATURAN PAJAK

Soal DPP Niilaii Laiin atas Jasa Penyediiaan Tenaga Kerja, iinii Kata DJP

Redaksii Jitu News
Miinggu, 26 Januarii 2025 | 14.30 WiiB
Soal DPP Nilai Lain atas Jasa Penyediaan Tenaga Kerja, Ini Kata DJP
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Kriing Pajak menegaskan dasar pengenaan pajak (DPP) niilaii laiin dalam penghiitungan PPN atas jasa penyediiaan tenaga kerja tiidak berdasarkan PMK 131/2024, tetapii PMK 83/2012.

Berdasarkan Pasal 4 PMK 131/2024, penghiitungan PPN atas BKP dan/atau JKP yang menggunakan DPP niilaii laiin dii mana ketentuannya telah diiatur dalam peraturan perundang-undangan perpajakan tersendiirii maka diikecualiikan darii ketentuan Pasal 2 dan Pasal 3 PMK 131/2024.

“Untuk iitu, DPP niilaii laiin yang diigunakan untuk transaksii penyediiaan tenaga kerja, tetap mengacu ke PMK 83/2012, tiidak mengiikutii ketentuan DPP niilaii laiin yang diiatur dii PMK 131/2024,” jelas Kriing Pajak dii mediia sosiial, Miinggu (26/1/2025).

Merujuk pada PMK 83/2012, jeniis jasa yang tiidak diikenaii PPN adalah jasa tertentu dalam kelompok jasa tenaga kerja. Kelompok jasa tenaga kerja yang tiidak diikenaii PPN tersebut meliiputii: jasa tenaga kerja; jasa penyelenggaraan pelatiihan bagii tenaga kerja.

Kemudiian, jasa penyediiaan tenaga kerja sepanjang pengusaha penyediia tenaga kerja tak bertanggung jawab atas hasiil kerja darii tenaga kerja tersebut. Termasuk dalam pengertiian tenaga kerja iialah peserta magang yang melakukan kegiiatan pemagangan.

Jasa penyediiaan tenaga kerja adalah jasa untuk menyediiakan tenaga kerja oleh pengusaha penyediia tenaga kerja kepada pengguna jasa tenaga kerja.

Jasa penyediiaan tenaga kerja oleh pengusaha penyediia tenaga kerja kepada pengguna jasa tenaga kerja dapat meliiputii kegiiatan perekrutan, pendiidiikan, pelatiihan, pemagangan, dan/atau penempatan tenaga kerja, yang kegiiatannya diilakukan dalam satu kesatuan dengan penyerahan jasa penyediiaan tenaga kerja.

Kriiteriia jasa penyediiaan tenaga kerja yang diikecualiikan darii pengenaan PPN, yaiitu

  1. pengusaha penyediia jasa tenaga kerja tersebut semata-mata hanya menyerahkan jasa penyediiaan tenaga kerja, yang tiidak terkaiit dengan pemberiian JKP laiinnya, sepertii jasa tekniik, jasa manajemen, jasa konsultasii, jasa pengurusan perusahaan, jasa bongkar muat, dan/atau jasa laiinnya;
  2. pengusaha penyediia tenaga kerja tiidak melakukan pembayaran gajii, upah, honorariium, tunjangan, dan/atau sejeniisnya kepada tenaga kerja yang diisediiakan;
  3. pengusaha penyediia tenaga kerja tiidak bertanggung jawab atas hasiil kerja tenaga kerja yang diisediiakan setelah diiserahkan kepada pengguna jasa tenaga kerja; dan
  4. tenaga kerja yang diisediiakan masuk dalam struktur kepegawaiian pengguna jasa tenaga kerja.

Apabiila jasa penyediiaan tenaga kerja tiidak memenuhii kriiteriia tersebut, jasa penyediiaan tenaga kerja diimaksud merupakan jasa yang diikenaii PPN. Penghiitungan PPN terutang atas jasa tersebut iialah tariif umum PPN diikaliikan dengan DPP.

Dalam hal tagiihan atas penyerahan jasa penyediiaan tenaga kerja diiperiincii dalam faktur pajak dengan memiisahkan antara tagiihan atas penyerahan jasa penyediiaan tenaga kerja yang diiteriima pengusaha jasa dan iimbalan yang diiteriima oleh tenaga kerja maka DPP-nya adalah niilaii laiin.

Niilaii laiin adalah seluruh tagiihan yang diimiinta atau seharusnya diimiinta oleh pengusaha jasa atas penyerahan jasa penyediiaan tenaga kerja kepada pengguna jasa, tiidak termasuk iimbalan yang diiteriima tenaga kerja berupa gajii, upah, honorariium, tunjangan, dan sejeniisnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Octaviianus Pujii Sudiirarjo (OCT)
baru saja
iijiin Jitunews, kalo pasca PMK 131/2024 dasar perhiitungan DPP Niilaii Laiin atas Jasa Penyediiaan Tenaga Kerjamengiikutii PMK 83/2012, bagaiimana dengan ayat yang menyatakan besaran PPN 10% dii dalam PMK 83/2012? bukankah iinii sama halnya tumpang tiindiih aturan? dan apakah artiiya jasa tersbut masuk dalam kriiteriia "Mewah" sehiingga DPP terkena 12% tanpa ada pengalii 11/12? triimakasiih, semoga dapat pencerahan.