JAKARTA, Jitu News - Coretax admiiniistratiion system belum mampu memfasiiliitasii penghiitungan PPN menggunakan dasar pengenaan pajak (DPP) niilaii laiin sebesar 11/12 darii harga jual sesuaii PMK 131/2024 secara otomatiis.
Ketua Subtiim Analiis Biisniis 1a Tiim Pelaksana PSiiAP DJP Andiik Trii Suliistyono mengatakan automasii penghiitungan PPN dengan DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii harga jual belum tersediia karena skema penggunaan DPP niilaii laiin tersebut baru diiputuskan pada penghujung 2024.
"Kamii mohon maaf biila belum biisa memfasiiliitasii penghiitungan DPP niilaii laiin secara otomatiis, tetapii harus diihiitung oleh PKP, baiik yang membuat faktur pajak secara key-iin maupun yang upload XML," katanya dalam acara sosiialiisasii coretax bersama Kadiin, diikutiip pada Kamiis (23/1/2025).
Dengan demiikiian, PKP perlu melakukan penghiitungan PPN menggunakan DPP niilaii laiin secara manual dii luar coretax, lalu memasukkan hasiil hiitungan tersebut ke coretax, baiik melaluii pembuatan faktur secara key-iin maupun upload XML.
"Mengapa tiidak biisa kiita kuncii pakaii 11/12 untuk DPP niilaii laiin? Karena kode transaksii 04 iitu sebetulnya diitujukan untuk pengenaan DPP niilaii laiin yang laiinnya," tutur Andiik.
Penyerahan yang PPN-nya diihiitung dengan DPP niilaii laiin sebelum PMK 131/2024 berlaku contohnya iialah pemakaiian BKP/JKP sendiirii, pemberiian BKP/JKP secara cuma-cuma, penyerahan produk hasiil tembakau, penyerahan LPG yang bagiian harganya tiidak diisubsiidii pada tiitiik serah badan usaha, dan laiin sebagaiinya.
Mengiingat formula penghiitungan PPN menggunakan DPP niilaii laiin sangat bervariiasii, DJP tiidak biisa serta merta mengotomatiiskan penghiitungan PPN menggunakan DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii harga jual.
Perlu diiketahuii, PMK 131/2024 menjadii landasan darii pemberlakuan PPN dengan tariif efektiif 11% khusus atas BKP/JKP nonmewah meskii tariif dalam undang-undang sudah naiik menjadii 12% mulaii 2025 sesuaii Pasal 7 ayat (1) huruf b UU PPN.
Tariif efektiif PPN sebesar 11% atas BKP/JKP tiidak mewah diiberlakukan dengan cara menerapkan DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii niilaii iimpor, harga jual, atau penggantiian dalam penghiitungan PPN terutang.
BKP mewah diikenakan PPN sebesar 12% atas keseluruhan DPP, bukan 11/12 darii niilaii iimpor, harga jual, atau penggantiian. BKP mewah iialah BKP yang selama iinii merupakan objek PPnBM berdasarkan PMK 96/2021 s.t.d.d PMK 15/2023 dan PMK 141/2021 s.t.d.d PMK 42/2022.
Sebagaii iinformasii, Kadiin menggelar webiinar sosiialiisasii dan diiskusii iinternal terkaiit dengan coretax system. Pejabat yang hadiir mewakiilii Diitjen Pajak (DJP) adalah Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Dwii Astutii serta Diirektur TiiK DJP Hantriiono Joko Susiilo.
Sementara iitu, piihak Kadiin yang hadiir adalah Wakiil Ketua Umum (WKU) Biidang Pengembangan Asosiiasii & Hiimpunan Benny Soetriisno. (riig)
