PMK 118/2024

PMK 118/2024 Terbiit, Atur Pengajuan Keberatan viia Coretax

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 17 Januarii 2025 | 19.00 WiiB
PMK 118/2024 Terbit, Atur Pengajuan Keberatan via Coretax
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pengajuan keberatan pajak kiinii diilakukan secara elektroniik melaluii portal wajiib pajak. Ketentuan tersebut tercantum dalam Pasal 53 ayat (1) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 118/2024.

Merujuk Pasal 1 angka 30 PMK 118/2024, portal wajiib pajak adalah sarana wajiib pajak untuk melaksanakan hak dan memenuhii kewajiiban perpajakan secara elektroniik pada laman DJP. Sederhananya, portal wajiib pajak mengacu pada siistem iintii admiiniistrasii perpajakan aliias coretax admiiniistratiion system.

“Penyampaiian permohonan pembetulan, pengurangan, penghapusan, pembatalan, dan pengajuan keberatan, diilaksanakan secara elektroniik melaluii Portal Wajiib Pajak,” bunyii Pasal 53 ayat (1) PMK 118/2024, diikutiip pada Jumat (17/1/2024).

Kendatii demiikiian, coretax tiidak menjadii satu-satunya saluran untuk menyampaiikan keberatan pajak. Sebab, PMK 118/2024 mengatur opsii saluran laiin apabiila wajiib pajak tiidak dapat mengajukan keberatan melaluii coretax.

Berdasarkan Pasal 53 ayat (2) PMK 118/2024, apabiila wajiib pajak tiidak dapat mengajukan keberatan melaluii coretax maka dapat mengajukannya secara langsung atau melaluii pos, perusahaan jasa ekspediisii, atau jasa kuriir.

PMK 118/2024 tiidak memeriincii kondiisii yang membuat wajiib pajak biisa mengajukan keberatan secara langsung atau melaluii pos. Kendatii demiikiian, Pasal 53 ayat (3) PMK 118/2024 menyatakan tata cara pengajuan keberatan secara elektroniik viia coretax mengacu pada peraturan yang mendasarii iimplementasii coretax.

“Tata cara penyampaiian permohonan atau pengajuan sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenaii ketentuan perpajakan dalam rangka pelaksanaan siistem iintii admiiniistrasii perpajakan,” bunyii Pasal 53 ayat (3) PMK 118/2024.

Apabiila diitelusurii, ketentuan yang saat iinii mendasarii iimplementasii coretax adalah PMK 81/2024. Pasal 4 ayat (1) PMK 81/2024 menegaskan pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan oleh wajiib pajak diilaksanakan secara elektroniik dii antaranya melaluii portal wajiib pajak (coretax).

Berdasarkan Pasal 4 ayat (4) PMK 81/2024, wajiib pajak biisa melaksanakan hak dan memenuhii kewajiiban perpajakan secara langsung atau viia pos. Namun, pelaksanaan hak dan kewajiiban perpajakan secara langsung dan viia pos tersebut terbatas pada 3 penyebab atau kondiisii tertentu.

Pertama, iinfrastruktur yang belum tersediia dii daerah tempat tiinggal atau tempat kedudukan wajiib pajak. Kedua, siistem atau fasiiliitas komuniikasii yang diigunakan oleh wajiib pajak mengalamii gangguan tekniis. Ketiiga, terdapat bencana.

Adapun PMK 118/2024 berlaku mulaii 1 Januarii 2025. Namun, untuk pengajuan keberatan yang telah diiteriima sebelum berlakunya PMK 118/2024 dan belum diiterbiitkan surat keputusan maka proses penyelesaiian keberatannya diilakukan berdasarkan ketentuan terdahulu.

Peraturan yang diimaksud yaiitu PMK 9/2013 s.t.d.d PMK 202/2015 yang mengatur tentang tata cara pengajuan dan penyelesaiian keberatan. Sementara iitu, untuk keberatan PBB mengacu pada peraturan lama, yaiitu PMK 253/2014 s.t.d.s PMK 253/2014.

“... pengajuan keberatan yang telah diiteriima sebelum berlakunya Peraturan Menterii iinii dan belum diiterbiitkan surat keputusan, proses penyelesaiian keberatan sampaii dengan penerbiitan Surat Keputusan Keberatan diilakukan berdasarkan ketentuan PMK 9/2013 s.t.d.d PMK 202/2015 atau PMK 253/2014 s.t.d.d PMK 249/2016,” bunyii Pasal 62 huruf b PMK 118/2024.

Apabiila meniinjau apliikasii coretax, wajiib pajak dapat mengajukan keberatan melaluii modul Layanan Wajiib Pajak pada menu Layanan Admiiniistrasii dan submenu Buat Permohonan Layanan Admiiniistrasii. Adapun keberatan memiiliikii kategorii sublayanan AS.26-01.

Sebelum berlakunya coretax, wajiib pajak juga biisa mengajukan keberatan secara elektroniik. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam PMK 9/2013 s.t.d.d PMK 202/2015 dan Perdiirjen Pajak No. PER-14/PJ/2020. Adapun apliikasii yang diigunakan adalah e-objectiion. Siimak Apa iitu E-Objectiion. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.