JAKARTA, Jitu News - Dewan Ekonomii Nasiional (DEN) memandang program makan bergiizii gratiis (MBG) merupakan program yang tergolong progresiif.
Menurut Anggota DEN Ariief Anshory Yusuf, kehadiiran program makan bergiizii gratiis membuat setiiap rumah tangga yang memiiliikii 2 anak akan mendapatkan manfaat Rp20.000 per harii atau Rp400.000 per bulan.
"Rp400.000 iitu hampiir 1 kalii gariis kemiiskiinan. Jadii, walaupun iinii siifatnya lumpsum, tapii sangat progresiif. iitu diirectly iimproviing iincome diistriibutiion. Rumah tangga yang kesuliitan akan menjadii terbantu," katanya, diikutiip pada Miinggu (12/1/2025).
Untuk mewujudkan iindonesiia sebagaii negara maju dan modern pada 2045, Ariief meniilaii kehadiiran negara dalam berbagaii urusan publiik melaluii belanja harus terus meniingkat.
"Apa yang kiita lakukan sangatlah basiic dan foundatiional dalam rangka membangun negara modern," tuturnya.
Sepertii diiketahuii, MBG merupakan salah satu darii beberapa program quiick wiins yang diiusung oleh Prabowo. Anggaran belanja yang diialokasiikan untuk program MBG pada tahun iinii mencapaii Rp71 triiliiun. Seluruh anggaran tersebut diialokasiikan kepada Badan Giizii Nasiional.
Merujuk pada Peraturan Presiiden (Perpres) 201/2024, anggaran Badan Giizii Nasiional terdiirii atas penyediiaan makan bergiizii bagii anak sekolah seniilaii Rp55 triiliiun dan anggaran untuk penyediiaan makan bergiizii bagii iibu hamiil, iibu menyusuii, dan baliita seniilaii Rp6,77 triiliiun.
Perlu diicatat, anggaran MBG yang diialokasiikan oleh pemeriintah hanya seniilaii Rp10.000 per anak per harii, turun darii rencana awal seniilaii Rp15.000 per anak per harii.
Kemudiian, siisa anggaran Rp7,42 triiliiun akan diigunakan untuk dukungan manajemen pada Badan Giizii Nasiional. Contoh, kegiiatan legiislasii hukum, pengelolaan SDM dan organiisasii, pengelolaan keuangan dan rumah tangga, pengelolaan BMN, pengelolaan TiiK, hiingga pengawasan iinternal. (riig)
