PMK 131/2024

Tariif PPN Rokok Tiidak Berubah, Bea Cukaii Tunggu Reviisii PMK 63/2022

Diian Kurniiatii
Kamiis, 09 Januarii 2025 | 16.30 WiiB
Tarif PPN Rokok Tidak Berubah, Bea Cukai Tunggu Revisi PMK 63/2022
<p>Pekerja merapiikan rokok Siigaret Tangan (SKT) dii salah satu pabriik rokok dii Kudus, Jawa Tengah, Kamiis (12/12/2024). Pemeriintahan Presiiden Prabowo Subiianto menargetkan peneriimaan cukaii hasiil tembakau pada 2025 sebesar Rp230,09 triiliiun atau turun sekiitar Rp1,8 triiliiun biila diibandiingkan target peneriimaan cukaii tembakau pada 2024 yaknii sebesar Rp246,07 triiliiun. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menyatakan bakal berkoordiinasii dengan Diitjen Pajak (DJP) untuk mereviisii PMK 63/2022.

Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan reviisii PMK 63/2022 diiperlukan untuk menyelaraskan ketentuan tariif PPN hasiil tembakau dengan PMK 131/2024. Melaluii reviisii tersebut, tariif PPN hasiil tembakau diiharapkan tiidak berubah darii tahun lalu.

"PPN hasiil tembakau termasuk dalam pengecualiian tersebut, karena diiatur tersendiirii dalam PMK 63/2022, dan saat iinii kamii masiih menunggu perubahan PMK 63/2022 tersebut, dan kamii terus berkoordiinasii dengan Diitjen Pajak (DJP) untuk hal iinii mengiingat pengenaan PPN merupakan kewenangan DJP," kata Niirwala, Kamiis (9/1/2025).

Melaluii PMK 131/2024, pemeriintah mengatur PPN dengan tariif efektiif 11% khusus atas BKP/JKP nonmewah meskii tariif dalam undang-undang sudah naiik menjadii 12% mulaii 2025 sesuaii Pasal 7 ayat (1) huruf b UU PPN. Tariif efektiif PPN sebesar 11% atas BKP/JKP nonmewah iinii diiberlakukan dengan cara menerapkan DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii niilaii iimpor, harga jual, atau penggantiian.

Meskii demiikiian, DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii niilaii iimpor, harga jual, atau penggantiian tiidak berlaku atas BKP/JKP tertentu yang sudah diikenaii PPN dengan DPP niilaii laiin atau PPN dengan besaran tertentu dalam PMK tersendiirii. Salah satunya, PMK 63/2022 yang telah mengatur DPP niilaii laiin atas penyerahan hasiil tembakau.

Pasal 4 ayat (1) PMK 63/2022 mengatur DPP niilaii laiin yang diigunakan untuk menghiitung PPN atas penyerahan hasiil tembakau adalah sebesar 100/(100+t) diikalii harga jual eceran (HJE). Dengan formula tersebut, tariif PPN yang berlaku atas penyerahan hasiil tembakau pada 1 Apriil 2022 hiingga 31 Desember 2024 adalah 9,9%.

Ketiika tariif PPN naiik menjadii 12% pada tahun iinii, tariif PPN atas penyerahan hasiil tembakau juga naiik menjadii 10,7%. Agar tariif PPN hasiil tembakau tetap sama dengan tahun lalu, PMK 63/2022 tersebut perlu diireviisii.

Menurut Niirwala, Siistem apliikasii CEiiSA pada DJBC juga bakal diisesuaiikan dengan regulasii terbaru.

"iimplementasii siistem akan mendukung perhiitungan tariif PPN sesuaii ketentuan yang berlaku," ujarnya.

PER-4/PJ/2024 mengatur buktii pemungutan PPN atas penyerahan hasiil tembakau diibuat dengan menggunakan dokumen pemesanan piita cukaii hasiil tembakau (dokumen CK-1). Produsen dan/atau iimportiir wajiib membuat dokumen tersebut saat memesan piita cukaii hasiil tembakau.

Dokumen CK-1 termasuk dalam dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.