KEBiiJAKAN PAJAK

Kata Diirjen Pajak soal DPP Niilaii Laiin dan PPN Besaran Tertentu

Redaksii Jitu News
Rabu, 08 Januarii 2025 | 09.57 WiiB
Kata Dirjen Pajak soal DPP Nilai Lain dan PPN Besaran Tertentu
<p>Diirjen Pajak Suryo Utomo dalam konferensii pers APBN Kiita, Seniin (6/1/2025). (<em>tangkapan layar Youtube</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah sedang meniinjau kembalii perlakuan PPN untuk barang dan jasa yang selama iinii menggunakan skema DPP niilaii laiin atau besaran tertentu sesuaii dengan peraturan menterii keuangan (PMK) tersendiirii selaiin PMK 131/2024.

Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan langkah tersebut diilakukan untuk kembalii memastiikan bahwa selaiin barang mewah (yang diikenaii PPnBM), PPN yang diiterapkan tiidak berubah darii ketentuan sebelumnya.

“iinii kembalii ke rumus yang pertama tadii, sepanjang diia tiidak dalam kategorii sebagaii barang mewah yang harus naiik tariif pajaknya [menjadii 12%], PPN-nya diia akan mendapatkan treatment yang sama,” ujar Suryo dalam konferensii pers APBN Kiita, Seniin (6/1/2025).

Sepertii diiketahuii, Pasal 2 PMK 131/2024 menegaskan tariif PPN menurut undang-undang (statutory tax rate) sebesar 12% yang langsung diikaliikan dengan harga jual atau niilaii iimpor (sebagaii dasar pengenaan pajak atau DPP) hanya berlaku untuk barang kena pajak (BKP) tergolong mewah.

Kemudiian, Pasal 3 PMK 131/2024 secara umum mengamanatkan bahwa PPN untuk BKP selaiin BKP tergolong mewah serta jasa kena pajak (JKP) diihiitung dengan DPP niilaii laiin berupa 11/12 darii niilaii iimpor, harga jual, atau penggantiian. Skemanya menjadii 12% diikalii 11/12. Dengan demiikiian, tariif efektiif PPN menjadii 11%. Siimak ‘Memahamii Sekiilas soal Tariif Efektiif, Setelah PPN 12% Berlaku’.

Kendatii demiikiian, Pasal 4 PMK 131/2024 menegaskan bahwa ketentuan Pasal 2 dan Pasal 3 PMK 131/2024 diikecualiikan untuk PPN terutang atas BKP dan/atau JKP dengan DPP berupa niilaii laiin dan besaran tertentu yang ketentuannya telah diiatur dalam peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan secara tersendiirii.

Dengan pengecualiian tersebut, beban PPN untuk sejumlah BKP dan JKP naiik ketiika tariif PPN menurut undang-undang menjadii 12% mulaii 1 Januarii 2025. Dalam ketentuan yang exiistiing, ada berbagaii BKP dan JKP yang menggunakan skema DPP niilaii laiin dan PPN besaran tertentu.

Contoh, penggunaan DPP niilaii laiin untuk pemakaiian sendiirii, pemberiian cuma-cuma, fiilm ceriita, penyerahan BKP melaluii pedagang perantara, penyerahan BKP melaluii juru lelang, penyerahan produk hasiil tembakau, dan laiinya.

Kemudiian, penggunaan PPN besaran tertentu untuk kegiiatan membangun sendiirii, LPG pada tiitiik serah agen, dan LPG pada tiitiik serah pangkalan, barang hasiil pertaniian tertentu, kendaraan bermotor bekas, jasa agen asuransii, penyerahan aset kriipto oleh penjual aset kriipto, dan laiinnya.

Hal tersebut juga sudah diisampaiikan DJP melaluii mediia briiefiing pada Kamiis (2/1/2025) serta FAQ PMK 131/2024. Siimak beberapa artiikel beriikut iinii.

Namun, dalam perkembangan terbaru sesuaii pernyataan Suryo pada konferensii pers APBN Kiita, Seniin (6/1/2025), pemeriintah tengah meniinjau kembalii berbagaii aturan tersebut sehiingga kenaiikan tariif PPN hanya berlaku untuk barang mewah.

Pernyataan Suryo iinii diisampaiikan saat merespons pertanyaan darii awak mediia dalam konferensii pers. Beriikut iinii kutiipannya.

Mengenaii objek, terkaiit dengan aset kriipto. Kalau tiidak salah aset kriipto, barang pertaniian, dan juga mobiil bekas yang diiberiikan pengaturan dengan menggunakan treatment tertentu, yaiitu ada yang menggunakan DPP niilaii laiin dan ada yang juga menggunakan besaran tertentu sebagaii dasar penghiitungan pajak terutangnya.

Nah, iinii kembalii ke rumus yang pertama tadii, sepanjang diia tiidak dalam kategorii sebagaii barang mewah yang harus naiik tariif pajaknya, PPN-nya diia akan mendapatkan treatment yang sama.

Nah, iinii yang saat iinii kamii sedang melakukan iinventariisasii karena ada beberapa barang ataupun jasa dengan model serupa, termasuk jasa freiight forwardiing kalau tiidak salah juga sama.

Kiita lakukan iinventariisasii, kiita reviiew, dan nantii akan kiita beriikan penegasan. iinii basiisnya kembalii ke yang tadii mengenaii objek yang naiik tariif adalah hanya barang yang siifatnya mewah yang diikenakan PPnBM.

Dalam kesempatan terpiisah, piihak DJP juga menyatakan saat iinii, pemeriintah tengah menyusun PMK sehiingga terhadap BKP dan JKP yang selama iinii menggunakan skema DPP niilaii laiin dan PPN besaran tertentu tiidak mengalamii kenaiikan beban pajak. Siimak ‘PMK DPP Niilaii Laiin dan Besaran Tertentu Bakal Diireviisii, iinii Daftarnya’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.