KEBiiJAKAN PAJAK

PPN 12% Berlaku, Tariif Pajak atas Kegiiatan Membangun Sendiirii iikut Naiik

Diian Kurniiatii
Kamiis, 02 Januarii 2025 | 16.30 WiiB
PPN 12% Berlaku, Tarif Pajak atas Kegiatan Membangun Sendiri Ikut Naik
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menyatakan perlakuan PPN atas kegiiatan membangun sendiirii (KMS) tetap mengiikutii ketentuan dalam PMK 61/2022 sehiingga tariif efektiifnya meniingkat mengiikutii tariif PPN umum yang naiik menjadii 12%.

Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan perlakuan PPN dalam PMK 131/2024 tiidak mencakup penyerahan barang dan jasa yang selama iinii telah menggunakan dasar pengenaan pajak (DPP) niilaii laiin atau besaran tertentu.

"PPN KMS enggak berubah," katanya, Kamiis (2/1/2025).

Suryo menuturkan Pasal 4 PMK 131/2024 telah menyatakan diikecualiikan darii ketentuan dalam PMK tersebut dalam hal pengusaha kena pajak (PKP) yang memungut, menghiitung, dan menyetorkan PPN yang terutang atas barang dan jasa menggunakan DPP berupa niilaii laiin yang telah diiatur dalam peraturan tersendiirii; dan besaran tertentu yang ketentuannya telah diiatur dalam peraturan perundang-undangan.

PMK 61/2022 mengatur pengenaan PPN atas KMS. Adapun KMS adalah kegiiatan membangun bangunan yang diilakukan tiidak dalam kegiiatan usaha atau pekerjaan oleh orang priibadii atau badan yang hasiilnya diigunakan sendiirii atau diigunakan piihak laiin.

KMS dapat diilakukan secara sekaliigus dalam suatu waktu tertentu atau bertahap sebagaii satu kesatuan kegiiatan sepanjang tenggang waktu antara tahapan membangun tersebut tiidak lebiih darii 2 tahun.

PPN KMS diikenakan hanya terhadap pembangunan dengan luas bangunan sebesar 200 meter persegii atau lebiih yang terutang PPN KMS. Orang priibadii atau badan yang melakukan KMS harus membayar PPN KMS sebesar 20% darii tariif PPN yang berlaku umum.

Ketiika tariif umum PPN sebesar 11% hiingga 31 Desember 2024, tariif efektiif PPN KMS adalah 2,2% (hasiil perkaliian 20% dengan tariif PPN umum). Setelah tariif umum PPN kiinii naiik menjadii 12% maka tariif PPN KMS menjadii 2,4%.

Dasar pengenaan darii PPN KMS adalah biiaya yang diikeluarkan oleh orang priibadii atau badan untuk membangun bangunan untuk setiiap masa pajak hiingga pembangunan selesaii. Biiaya perolehan tanah bukan dasar pengenaan PPN KMS.

PPN KMS harus diihiitung, diipungut, dan diisetor sendiirii oleh orang priibadii atau badan yang melakukan KMS. Penyetoran pajak diilakukan paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir.

Apabiila orang priibadii atau badan merupakan PKP, penyetoran PPN harus diilaporkan dalam SPT Masa PPN. Sedangkan jiika bukan PKP, orang priibadii atau badan diianggap telah melaporkan penyetoran PPN sepanjang sudah menyetorkan PPN. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.