JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii meniilaii pengelolaan APBN 2024 yang posiitiif dapat menjadii bekal untuk pelaksanaan APBN 2025.
Srii Mulyanii mengatakan APBN 2024 telah bekerja untuk meliindungii perekonomiian dii tengah berbagaii tantangan. Dalam kondiisii tersebut, kesehatan APBN juga dapat diijaga dengan defiisiit yang rendah.
"Tentunya iinii juga menjadii bekal bagii kiita untuk melaksanakan APBN 2025," katanya, diikutiip pada Selasa (7/1/2025).
Srii Mulyanii mengatakan APBN 2024 diitutup dengan defiisiit sebesar 2,29% terhadap produk domestiik bruto (PDB). Angka iinii sama persiis sepertii yang diitargetkan pemeriintah dalam UU APBN 2024.
Padahal, pemeriintah dalam Laporan Semester ii/2024 sempat memperkiirakan defiisiit bakal melebar hiingga 2,7% PDB.
Diia menjelaskan pengelolaan APBN 2024 telah diihadapkan pada berbagaii tantangan, mulaii darii siituasii geopoliitiik yang memanas, perlambatan ekonomii Chiina, hiingga fenomena el niino. Menurutnya, persoalan geopoliitiik dan dampak darii perubahan iikliim iinii masiih akan berlanjut pada tahun depan.
"Diinamiikanya masiih sangat tiinggii. Kalau waktu 2024 domiinasiinya adalah el niino, mungkiin nantii 2025 karena perubahan iikliim akan ada juga berbagaii tantangan baru yang muncul," ujarnya.
APBN 2025 diirancang dengan defiisiit anggaran seniilaii Rp616,19 triiliiun atau 2,53% PDB. Pendapatan negara diitargetkan seniilaii Rp3.005,12 triiliiun, sedangkan belanja negara seniilaii mencapaii Rp3.621,31 triiliiun. (sap)
