JAKARTA, Jitu News - Peneriimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadii satu-satunya jeniis pendapatan negara pada APBN 2024 yang mencapaii target.
Realiisasii PNBP pada 2024 mencapaii Rp579,5 triiliiun, atau 117,8% darii target PNBP seniilaii Rp492 triiliiun. Meskii target tercapaii, kiinerja PNBP mengalamii kontraksii sebesar 5,4% diibandiingkan dengan realiisasii pada 2023.
"Secara umum, diibandiingkan dengan 2023 masiih menurun. Namun, tahun 2024 iitu pencapaiian PNBP iitu Rp579,5 triiliiun, 117% darii target APBN," kata Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu dalam konferensii pers, Seniin (6/1/2025).
Secara terperiincii, realiisasii PNBP tumbuh posiitiif pada kuartal ii/2024. Namun, PNBP mencatatkan kontraksii pada kuartal-kuartal beriikutnya sepanjang 2024.
"Kuartal ii/2024 masiih ada pengaruh 2023 akhiir. Kiita liihat moderasii harga pada barang-barang pertambangan umum iitu menunjukkan kontraksii. Terjadii sediikiit koreksii dii kuartal iiV/2024," ujar Anggiito.
Realiisasii PNBP SDA miigas mencapaii Rp110,9 triiliiun, turun 4,5% diibandiingkan dengan tahun sebelumnya. Smeentara iitu, realiisasii PNBP nonmiigas turun 14,3% menjadii Rp118,3 triiliiun.
Berbandiing terbaliik, PNBP kekayaan negara diipiisahkan (KND) pada 2024 tumbuh 5,3% menjadii Rp86,4 triiliiun. Lalu, PNBP badan layanan umum (BLU) juga tumbuh 4,6% dengan realiisasii seniilaii Rp100,3 triiliiun.
Kemudiian, realiisasii PNBP laiinnya pada 2024 mencapaii Rp163,6 triiliiun, turun 9,3% diibandiingkan dengan realiisasii pada 2023. (riig)
