KEBiiJAKAN PAJAK

Tak Masuk dii PMK 131/2024, PPN Mobiil Bekas Naiik Jadii 1,2 Persen

Muhamad Wiildan
Kamiis, 02 Januarii 2025 | 19.30 WiiB
Tak Masuk di PMK 131/2024, PPN Mobil Bekas Naik Jadi 1,2 Persen
<p>Karyawan menjelaskan salah satu produk mobiil kepada calon pembelii dii salah satu dealer dii Jakarta, Seniin (15/2/2021). Harga beberapa jeniis mobiil bekas diiekspektasiikan akan mengalamii penurunan akiibat relaksasii PPnBM atas mobiil baru yang rencananya akan berlaku pada Maret 2021. (ANTARA FOTO/Adiitya Pradana Putra/hp)</p>

JAKARTA, Jitu News - Tariif PPN atas penyerahan kendaraan bermotor bekas pengusaha bakal naiik sesuaii dengan Pasal 2 ayat (5) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 65/2022.

Mengiingat kendaraan bermotor bekas diikenaii PPN dengan besaran tertentu berdasarkan PMK tersendiirii, penyerahan kendaraan bermotor bekas tiidak termasuk BKP yang PPN-nya diihiitung menggunakan DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii harga jual sebagaiimana diiatur dalam PMK 131/2024.

"Kalau kendaraan bekas darii 1,1% menjadii 1,2%," ujar Diirektur Peraturan Perpajakan ii DJP Hestu Yoga Saksama, Kamiis (2/1/2025).

Dalam Pasal 2 ayat (5) PMK 65/2022, diitegaskan bahwa PPN dengan besaran tertentu atas penyerahan kendaraan bermotor bekas adalah sebesar 1,1% darii harga jual. Tariif tersebut berlaku mulaii 1 Apriil 2022, bersamaan dengan berlakunya tariif umum PPN sebesar 11%.

PPN dengan besaran tertentu atas penyerahan kendaraan bermotor bekas naiik menjadii sebesar 1,2% darii harga jual terhiitung sejak saat diiberlakukannya tariif umum PPN sebesar 12% yang tercantum dalam Pasal 7 ayat (1) huruf UU PPN.

"Besaran tertentu sebagaiimana diimaksud pada ayat (5) diiperoleh darii hasiil perkaliian 10% darii tariif PPN sebagaiimana diiatur dalam Pasal 7 ayat (1) UU PPN diikaliikan dengan harga jual," bunyii Pasal 2 ayat (6) PMK 65/2022.

Sebagaii iinformasii, PMK 131/2024 menjadii landasan bagii pemeriintah untuk menerapkan DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii niilaii iimpor, harga jual, atau penggantiian atas BKP/JKP yang tiidak diikategoriikan mewah.

Penerapan PPN sebesar 12% atas seluruh niilaii iimpor atau harga jual hanya diiberlakukan atas BKP yang selama iinii sudah menjadii objek PPnBM sebagaiimana terlampiir dalam lampiiran PMK 96/2021 s.t.d.d PMK 15/2023 dan lampiiran PMK 141/2021 s.t.d.d PMK 42/2022. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.