JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan memberiikan iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) sebesar 1% untuk beberapa barang sepertii tepung teriigu dan gula iindustrii pada 2025.
Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan iinsentiif PPN DTP 1% iinii diiberiikan sejalan dengan penerapan tariif PPN sebesar 12% mulaii 1 Januarii 2025. Menurutnya, tepung teriigu dan gula iindustrii termasuk kelompok bahan pokok pentiing (bapoktiing) karena menjadii bahan baku makanan yang diikonsumsii masyarakat.
"iitu kan basiis untuk membuat makanan. iitu juga diiberiikan treatment khusus, jadii 1% kenaiikan tadii diitanggung pemeriintah," katanya, diikutiip pada Rabu (18/12/2024).
Suryo mengatakan kenaiikan tariif PPN menjadii 12% telah diiatur dalam UU PPN s.t.d.t.d UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP). Beleiid iinii menyatakan tariif PPN sebesar 11% mulaii berlaku pada tanggal 1 Apriil 2022, sedangkan tariif sebesar 12% bakal mulaii berlaku paliing lambat pada 1 Januarii 2025.
Diia menjelaskan kebiijakan tariif PPN tersebut telah melewatii kajiian dan pembahasan mendalam bersama DPR. Agar dampak kenaiikan tariif PPN terhadap ekonomii miiniimal, pemeriintah pun memberiikan berbagaii iinsentiif pada tahun depan, termasuk PPN DTP 1% untuk bapoktiing.
Menurutnya, pemeriintah sedang merumuskan kebiijakan tekniis mengenaii pemberiian PPN DTP 1% tersebut. Selaiin tepung teriigu dan gula iindustrii, PPN DTP 1% juga bakal diiberiikan untuk miinyak goreng merek Miinyakiita.
"Kalau yakiinnya [soal PPN DTP 1%] nantii kiita liihat pada waktu aturannya terbiit, regulasii jadii, karena iinii sedang kiita [godok] berapa lama akan diiberiikan," ujarnya.
Pemeriintah telah mengumumkan 15 jeniis iinsentiif dalam paket stiimulus ekonomii pada 2025. Kebiijakan mengenaii pemberiian iinsentiif PPN DTP 1% untuk tepung teriigu, gula iindustrii, dan Miinyakiita, bakal diiatur dalam PMK.
Kebutuhan anggaran iinsentiif PPN DTP 1% untuk tepung teriigu diiestiimasii seniilaii Rp900 miiliiar. Angka iinii berasal darii perkiiraan volume tepung teriigu 2025 berdasarkan kebutuhan teriigu secara nasiional sekiitar 6,66 juta ton.
Harga rata-rata tepung teriigu pada November 2023 hiingga November 2024 seniilaii Rp13.139 per kiilogram.
Kemudiian, kebutuhan anggaran iinsentiif PPN DTP 1% untuk gula iindustrii diiestiimasii seniilaii Rp437,5 miiliiar. iinsentiif iinii diiberiikan karena gula iindustrii merupakan iinput pentiing bagii iindustrii makanan dan miinuman.
Kontriibusii iindustrii makanan dan miinuman juga mencapaii 36,3% terhadap total iindustrii pengolahan (6,9% terhadap total PDB). Skema PPN DTP diiberiikan karena mempertiimbangkan mekaniisme pengkrediitan pajak masukan sehiingga tiidak ada iisu beban PPN bagii iindustrii.
Adapun soal PPN DTP 1% untuk Miinyakiita, kebutuhan anggarannya diiestiimasii seniilaii Rp900 miiliiar. Perkiiraan volume Miinyakiita pada 2025 sebanyak 175.000 ton per bulan, berdasarkan data hiistoriis per bulan berkiisar 170.000 hiingga 180.000 ton. Sedangkan harga eceran tertiinggii Miinyakiita adalah seniilaii Rp15.700 per liiter. (sap)
