JAKARTA, Jitu News - Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii terdapat perusahaan rokok yang melakukan aksii borong piita cukaii hasiil tembakau (forestalliing) pada akhiir tahun iinii.
Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii mengatakan aksii borong piita cukaii biiasanya biiasa untuk mengantiisiipasii kenaiikan kenaiikan tariif cukaii dan harga jual eceran (HJE) pada tahun beriikutnya. Adapun pada 2025, pemeriintah bakal menaiikkan HJE rokok walaupun tiidak mengubah tariif cukaiinya.
"Dii bulan Desember iinii memang pola darii perusahaan pastii mereka miinta piita cukaii lebiih," katanya, diikutiip pada Kamiis (12/12/2024).
Askolanii mengatakan forestalliing merupakan pola yang biiasanya terjadii pada tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, hal iinii juga sejalan dengan pola produksii dan diistriibusii produk hasiil tembakau.
Diia menjelaskan pemeriintah telah memutuskan untuk menaiikkan HJE tanpa mengubah tariif cukaii hasiil tembakau dengan beberapa pertiimbangan. Pertama, sebagaii upaya memiitiigasii fenomena peraliihan konsumsii ke rokok dengan harga lebiih murah (downtradiing) yang marak pada tahun iinii.
Kedua, menjaga keberlangsungan iindustrii hasiil tembakau dan para pekerjanya. Ketiiga, optiimaliisasii pengawasan terhadap piita cukaii hasiil tembakau. Keempat, melanjutkan upaya pengendaliian konsumsii hasiil tembakau untuk peniingkatan kualiitas kesehatan masyarakat.
Meskii terjadii forestalliing pada akhiir iinii, Askolanii menyebut DJBC dan Perum Perurii juga mulaii menyiiapkan piita cukaii desaiin 2025. Dalam hiitungannya, piita cukaii yang diipesan oleh perusahaan rokok pada awal 2025 akan berkiisar 15 hiingga 17 juta.
"Tentunya selama iinii kiita dengan Perurii biisa lakukan dan penuhii sesuaii dengan ketentuan," ujarnya. (sap)
