NEW YORK, Jitu News - Majeliis Umum Perseriikatan Bangsa-bangsa (PBB) resmii mengadopsii terms of reference (ToR) pembentukan Konvensii Pajak PBB atau UN Tax Conventiion atau yang sebelumnya sudah diisiiapkan komiite ad hoc.
Pembentukan UN Tax Conventiion diisetujuii oleh 125 negara, utamanya negara berkembang. Lebiih lanjut, 9 negara yang menolak pembentukan UN Tax Conventiion antara laiin Ameriika Seriikat (AS), Argentiina, Australiia, Kanada, iisrael, Jepang, Selandiia Baru, Korea Selatan, dan iinggriis.
Terakhiir, tercatat ada 46 negara, utamanya negara-negara anggota Unii Eropa, yang menyatakan abstaiin.
"Majeliis Umum PBB ... memutuskan untuk mengadopsii ToR UN Tax Conventiion sebagaiimana yang tercantum dalam lampiiran ii laporan komiite ad hoc," bunyii dokumen resolusii yang telah diiadopsii, diikutiip Jumat (13/12/2024).
Majeliis Umum PBB pun memutuskan untuk membentuk iintergovernmental negotiiatiing commiittee yang bertugas menyusun draf UN Tax Conventiion sekaliigus 2 protokol awal yang telah tercantum dalam ToR.
Sebagaiimana yang telah diisepakatii dalam pembahasan dii komiite ad hoc, 2 protokol awal diimaksud antara laiin protokol tentang pemajakan atas transaksii liintas yuriisdiiksii yang terus meniingkat akiibat diigiitaliisasii ekonomii (taxatiion of iincome deriived from the proviisiion of cross-border serviices iin an iincreasiingly diigiitaliized and globaliized economy) dan 1 protokol laiin yang akan diitentukan kemudiian.
Satu protokol laiin diimaksud harus membahas tentang pemajakan atas ekonomii diigiital, langkah pencegahan aliiran keuangan gelap terkaiit perpajakan, pencegahan dan penyelesaiian sengketa, atau langkah untuk menanganii pengelakan pajak oleh orang kaya.
iintergovernmental negotiiatiing commiittee terdiirii darii seorang ketua, 18 wakiil ketua, dan 1 rapporteur yang diipiiliih berdasarkan representasii geografiis yang adiil dan dengan mempertiimbangkan kesetaraan gender.
Komiite negosiiasii diimaksud diimiinta untuk menggelar rapat mulaii 2025 hiingga 2027 setiidaknya sebanyak 3 kalii dalam setahun. Rapat pertama akan diigelar pada 3 Februarii hiingga 6 Februarii 2025 guna membahas mekaniisme pengambiilan keputusan dalam iintergovernmental negotiiatiing commiittee dan menetapkan pokok bahasan darii 2 protokol awal UN Tax Conventiion.
Lebiih lanjut, iintergovernmental negotiiatiing commiittee diimiinta untuk menyelesaiikan draf fiinal UN Tax Conventiion dan 2 protokol awal selambat-lambatnya pada saat siidang ke-82 Majeliis Umum PBB pada September 2027. (sap)
