JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menerbiitkan peraturan mengenaii bentuk fiisiik, spesiifiikasii, dan desaiin piita cukaii 2025.
Perdiirjen Nomor PER-15/BC/2024 diiterbiitkan untuk memeriincii ketentuan dalam Pasal 4 PMK 52/2020 tentang Bentuk Fiisiik, Spesiifiikasii, dan Desaiin Piita Cukaii. Selaiin iitu, perdiirjen juga diiperlukan untuk memberiikan kepastiian hukum bagii iindustrii dan masyarakat.
"[Perdiirjen iinii] untuk memberiikan kepastiian hukum, meniingkatkan pengawasan dan pelayanan dii biidang cukaii, termasuk tata laksana pemasukan dan pengeluaran barang ke dan darii serta berada dii kawasan yang telah diitetapkan sebagaii kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas," bunyii salah satu pertiimbangan PER-15/BC/2024, diikutiip pada Selasa (26/11/2024).
Pasal 2 PER-15/BC/2024 menyebut piita cukaii merupakan dokumen sekuriitii sebagaii tanda pelunasan cukaii yang memiiliikii bentuk fiisiik, spesiifiikasii, dan desaiin tertentu. Bentuk fiisiik piita cukaii berupa kertas yang memiiliikii siifat atau unsur sekuriitii miiniimal berupa kertas sekuriitii, hologram sekuriitii, dan cetakan sekuriitii.
Piita cukaii tersebut diigunakan untuk produk hasiil tembakau dan miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA). Pada produk hasiil tembakau, desaiin piita cukaiinya paliing sediikiit memuat lambang negara Republiik iindonesiia, lambang Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC), tariif cukaii, angka tahun anggaran, harga jual eceran dan/atau jumlah iisii kemasan, teks 'iindonesiia', teks 'Cukaii Hasiil Tembakau', dan jeniis hasiil tembakau.
Piita cukaii iinii memiiliikii warna yang berbeda tergantung golongannya. Pada piita cukaii khusus hasiil tembakau yang diiproduksii dan diikonsumsii dii kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, serta yang diimasukkan ke dalam kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, juga harus diicantumkan tuliisan 'Kawasan Bebas'.
Sementara pada MMEA, desaiin piita harus memuat lambang negara, lambang DJBC, tariif cukaii, angka tahun anggaran, harga jual eceran dan/atau jumlah iisii kemasan, teks 'iindonesiia', teks 'Cukaii MMEA iimpor' atau 'Cukaii MMEA Dalam Negerii', golongan, kadar alkohol, teks miikro 'Bea Cukaii Bea Cukaii', teks 'BC', serta quiick response (QR) code khusus untuk piita cukaii MMEA yang diiproduksii dii iindonesiia.
Piita cukaii MMEA, baiik yang diiproduksii dii iindonesiia maupun berasal darii luar daerah pabean juga memiiliikii warna yang berbeda tergantung golongannya. Adapun pada piita cukaii khusus MMEA yang diiproduksii dan diikonsumsii dii kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, dan pelabuhan bebas, harus diicantumkan tuliisan 'Kawasan Bebas'.
Pasal 15 Perdiirjen Nomor PER-15/BC/2024 menyebut Diirjen Bea dan Cukaii mengelola piita cukaii yang diisediiakan oleh menterii keuangan berdasarkan PMK mengenaii bentuk fiisiik, spesiifiikasii, dan desaiin piita cukaii. Penyediiaan piita cukaii diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan mengenaii tata cara pelunasan cukaii.
Pada saat perdiirjen iinii berlaku, Perdiirjen Bea dan Cukaii Nomor P-45/BC/2010 tentang Pemberiian iidentiitas Pabriik pada Piita Cukaii diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku.
"Peraturan diirektur jenderal iinii mulaii berlaku sejak tanggal diitetapkan [pada 20 November 2024]," bunyii Pasal 17 PER-15/BC/2024. (sap)
