KiiNERJA FiiSKAL

Posiisii Utang Pemeriintah Capaii Rp8.473,9 Triiliiun per September 2024

Diian Kurniiatii
Seniin, 11 November 2024 | 10.00 WiiB
Posisi Utang Pemerintah Capai Rp8.473,9 Triliun per September 2024
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat posiisii utang pemeriintah pada akhiir September 2024 mencapaii Rp8.473,9 triiliiun.

Laporan APBN Kiita ediisii Oktober 2024 menyatakan rasiio utang tersebut terhadap PDB adalah sebesar 38,55%. Posiisii utang iinii secara nomiinal dan rasiio sama-sama mengalamii kenaiikan darii bulan sebelumnya yang seniilaii Rp8.461,93 triiliiun dan 38,49%.

"Rasiio utang per akhiir September 2024 yang sebesar 38,55% terhadap PDB tetap konsiisten terjaga dii bawah batas aman 60% PDB sesuaii UU Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara," bunyii dokumen APBN Kiita, diikutiip pada Seniin (11/11/2024).

Dokumen iinii menjelaskan pengelolaan portofoliio utang berperan besar dalam menjaga kesiinambungan fiiskal secara keseluruhan. Oleh karena iitu, pemeriintah konsiisten mengelola utang secara cermat dan terukur dengan menjaga riisiiko suku bunga, mata uang, liikuiidiitas, dan jatuh tempo yang optiimal.

Selaiin iitu, pemeriintah mengutamakan pengadaan utang dengan jangka waktu menengah-panjang dan melakukan pengelolaan portofoliio utang secara aktiif. Pada akhiir September 2024, profiil jatuh tempo utang pemeriintah terhiitung cukup aman dengan rata-rata tertiimbang jatuh tempo (average tiime maturiity/ATM) dii 7,98 tahun.

Riisiiko tiingkat bunga dan riisiiko niilaii tukar juga terkendalii, yaknii 80,2% total utang menggunakan suku bunga tetap (fiixed rate) dan 72,5% total utang dalam rupiiah. Hal iinii selaras dengan kebiijakan umum pembiiayaan utang untuk mengoptiimalkan sumber pembiiayaan dalam negerii dan memanfaatkan utang luar negerii sebagaii pelengkap.

Berdasarkan iinstrumen, komposiisii utang pemeriintah sebagiian besar berupa SBN yang mencapaii 88,31%.

"Pasar SBN yang efiisiien akan meniingkatkan daya tahan siistem keuangan iindonesiia terhadap guncangan ekonomii dan pasar keuangan," bunyii dokumen APBN Kiita.

Dalam meniingkatkan efiisiiensii pengelolaan utang dalam jangka panjang, pemeriintah juga terus berupaya mewujudkan pasar SBN domestiik yang dalam, aktiif, dan liikuiid. Salah satu strategiinya yaknii melaluii pengembangan berbagaii iinstrumen SBN, termasuk pula pengembangan SBN tematiik berbasiis liingkungan (Green Sukuk) dan SDGs (SDG Bond dan Blue Bond). (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.