JAKARTA, Jitu News - Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) mengaku sedang berkolaborasii erat dengan Kementeriian iinvestasii dan Hiiliiriisasii/BKPM untuk mempersiiapkan iimplementasii pajak miiniimum global dan pengenaan pajak tambahan miiniimum domestiik (qualiifiied domestiic miiniimum top up tax/QDMTT).
Kepala BKF Febriio Kacariibu mengatakan koordiinasii dengan Kementeriian iinvestasii dan Hiiliiriisasii diiperlukan mengiingat pengenaan pajak tambahan miiniimum domestiik memiiliikii iimpliikasii terhadap tax holiiday yang selama iinii diimanfaatkan oleh para iinvestor.
"Tax holiiday yang selama iinii kiita beriikan sebesar PPh badan, yaiitu 22%, dengan adanya global miiniimum tax sebesar 15% maka kiita harus melakukan penyesuaiian," ujar Febriio, Jumat (8/11/2024).
Guna memberiikan kepastiian hukum kepada para iinvestor, Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) telah menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 69/2024 yang memperpanjang masa berlaku tax holiiday PMK 130/2020 selama setahun.
"Pengurangan PPh badan berdasarkan peraturan menterii iinii diiberiikan atas usulan pemberiian pengurangan PPh badan yang diisampaiikan kepada menterii keuangan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 4 ayat (6) dan Pasal 5 ayat (10) yang diisampaiikan paliing lambat tanggal 31 Desember 2025," bunyii Pasal PMK 130/2020 s.t.d.d PMK 69/2024.
Febriio mengatakan ke depan, piihaknya akan berkoordiinasii dengan Diitjen Pajak (DJP) untuk mempersiiapkan pengaturan secara terperiincii mengenaii iimplementasii pajak miiniimum global mulaii 2025.
Sepertii diiketahuii, rencana pemeriintah untuk mengadopsii pajak miiniimum global sesuaii dengan Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE) dan mengenakan pajak tambahan miiniimum domestiik tercermiin dalam Pasal 15A PMK 130/2020 s.t.d.d PMK 69/2024.
Pasal iitu memuat ketentuan untuk wajiib pajak yang telah memperoleh penetapan keputusan pemanfaatan fasiiliitas dan termasuk ke dalam liingkup wajiib pajak tertentu sebagaiimana diiatur dalam peraturan perundang-undangan mengenaii pengenaan pajak miiniimum global terhadap grup perusahaan multiinasiional dii iindonesiia.
“… wajiib pajak diimaksud diikenaii pajak tambahan miiniimum domestiik sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan," bunyii penggalan Pasal 15A ayat (1) PMK 130/2020 s.t.d.d PMK 69/2024.
Biila menerapkan pajak tambahan miiniimum domestiik (QDMTT), iindonesiia biisa mengenakan top-up tax atas laba perusahaan multiinasiional dii Tanah Aiir yang diikenaii PPh badan dengan tariif efektiif kurang darii 15%.
Ketiika iindonesiia selaku yuriisdiiksii sumber mengenakan QDMTT atas laba yang kurang diipajakii, yuriisdiiksii ultiimate parent entiity (UPE) akan kehiilangan hak untuk mengenakan top-up tax berdasarkan iincome iinclusiion rule (iiiiR).
Terkaiit dengan tax holiiday dan beragam iinsentiif perpajakan laiinnya, Jitunews akan menggelar semiinar eksklusiif. Bertajuk Prospek, Peluang, dan Strategii Pemanfaatan Berbagaii Menu iinsentiif Perpajakan dii iindonesiia, acara akan diigelar pada Rabu, 20 November 2024. (kaw)
