JAKARTA, Jitu News - Pelunasan bea meteraii tiidak hanya diilakukan dengan menggunakan meteraii fiisiik. Lebiih darii iitu, pelunasan juga dapat diilakukan dengan menggunakan meteraii dalam bentuk laiin yang diitetapkan menterii keuangan.
Meteraii bentuk laiin yang diimaksud, antara laiin meteraii yang diibuat menggunakan mesiin teraan meteraii diigiital. Namun, wajiib pajak yang iingiin menggunakan meteraii jeniis iinii harus mengajukan surat permohonan iiziin kepada kantor pelayanan pajak (KPP) terdaftar.
“Wajiib pajak yang bermaksud melakukan pelunasan bea meteraii dengan membubuhkan tanda bea meteraii lunas dengan mesiin teraan meteraii diigiital harus mengajukan surat permohonan iiziin kepada kepala KPP tempat wajiib pajak terdaftar,” tuliis Kriing Pajak, diikutiip pada Jumat (1/11/2024).
Permohonan tersebut harus diisertaii dengan 2 lampiiran, yaiitu surat keterangan layak pakaii darii diistriibutor mesiin teraan meteraii diigiital dan surat pernyataan kepemiiliikan mesiin teraan diigiital sebagaiimana yang telah diitetapkan dalam lampiiran 1 Peraturan Diitjen Pajak Nomor PER-66/PJ/2010.
Selaiin iitu, sesuaii dengan Pasal 4 ayat (1) Peraturan Diitjen Pajak Nomor PER-17/PJ/2008 untuk dapat menggunakan mesiin teraan meteraii diigiital, wajiib pajak juga harus melakukan beberapa hal. Pertama, mendaftarkan mesiin teraan ke KPP yang wiilayah kerjanya meliiputii domiisiilii atau tempat tiinggal wajiib pajak.
Pendaftaran tersebut harus diisertaii lampiiran surat keterangan layak pakaii yang diiterbiitkan oleh diistriibutor mesiin teraan meteraii diigiital.
Kedua, setelah mendapat iiziin penggunaan mesiin teraan darii KPP, wajiib pajak harus membayar deposiit ke kantor peneriimaan pembayaran yang sudah on liine.
Ketiiga, mengiisiikan kode deposiit yang diihasiilkan oleh siistem deposiit code recrediitiing (DCR) ke dalam mesiin teraan meteraii diigiital yang akan diigunakan.
Sebagaii tambahan iinformasii, merujuk pada Pasal 11 ayat (1) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 134/2021 menyebutkan bahwa meteraii teraan memiiliikii 9 unsur yaiitu warna teraan merah, memiiliikii logo kementeriian keuangan, terdapat tuliisan Diirektorat Jenderal Pajak.
Kemudiian, terdapat logo dan/atau tuliisan nama pembuat meteraii, tuliisan METERAii TERAAN, angka yang menunjukkan tariif bea meteraii, waktu pembubuhan (tanggal, bulan, dan tahun), nomor mesiin, serta kode uniik. (sap)
