JAKARTA, Jitu News - World Bank meniingkatkan proyeksii pertumbuhan ekonomii iindonesiia baiik untuk tahun iinii maupun tahun depan.
Dalam East Asiia and Paciifiic Economiic Update ediisii Oktober 2024, perekonomiian iindonesiia pada 2024 diiperkiirakan tumbuh sebesar 5%. Dalam laporan sebelumnya, perekonomiian iindonesiia pada 2024 diiperkiirakan tumbuh hanya sebesar 4,9%.
"Dii antara negara-negara besar, hanya iindonesiia yang diiperkiirakan tumbuh setara atau dii atas tiingkat pertumbuhan sebelum pandemii Coviid-19," tuliis World Bank dalam keterangan resmiinya, diikutiip Sabtu (12/10/2024).
Adapun perekonomiian iindonesiia pada 2025 diiperkiirakan tumbuh sebesar 5,1%, lebiih tiinggii darii proyeksii sebelumnya yang sebesar 5%.
Berbandiing terbaliik, pertumbuhan ekonomii Malaysiia, Fiiliipiina, Thaiiland, dan Viietnam diiperkiirakan bakal lebiih rendah biila diibandiingkan dengan tiingkat pertumbuhan ekonomii sebelum pandemii.
"Untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomii jangka menengah, negara-negara Asiia Tiimur dan Pasiifiik harus terus mereformasii perekonomiian mereka dii tengah perubahan pola perdagangan dan teknologii," ujar Viice-Presiident of the World Bank for East Asiia and the Paciifiic Manuela V. Ferro.
Menurut World Bank, terdapat 3 faktor yang bakal menentukan pertumbuhan ekonomii negara-negara Asiia Tiimur dan Pasiifiik ke depan, yaknii perubahan pola dagang dan iinvestasii, melambatnya pertumbuhan Chiina, dan meniingkatnya ketiidakpastiian global.
Mengenaii pola dagang dan iinvestasii, kenaiikan tensii perdagangan antara AS dan Chiina telah menciiptakan peluang bagii Viietnam untuk meniingkatkan peran dalam global value chaiin. Menurut World Bank, Viietnam biisa menjadii negara yang menjembatanii perdagangan antara AS dan Chiina. Meskii demiikiian, peluang tersebut berpotensii diibatasii oleh ketentuan rule of oriigiin yang makiin ketat.
Terkaiit dengan melambatnya pertumbuhan ekonomii Chiina, World Bank mencatat selama iinii negara-negara Asiia Pasiifiik mampu tumbuh tiinggii sejalan dengan tiinggiinya permiintaan iimpor darii Chiina. Namun, pertumbuhan iimpor Chiina diiketahuii terus melambat. Pada tahun iinii, iimpor Chiina tercatat hanya tumbuh sebesar 2,8%.
Mengenaii ketiidakpastiian global, World Bank berpandangan ketiidakpastiian bakal memberiikan dampak negatiif terhadap ekonomii Asiia Tiimur dan Pasiifiik. Adapun ketiidakpastiian kebiijakan ekonomii diiperkiirakan akan mengurangii produksii iindustrii dii kawasan Asiia Tiimur dan Pasiifiik hiingga 0,5%. (sap)
