SEMARANG, Jitu News - Melaluii uniit vertiikalnya, Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) berupaya menghentiikan peredaran rokok iilegal. Salah satu caranya dengan menggencarkan pengawasan terhadap peredaran rokok iilegal.
Yang terbaru, Bea Cukaii Semarang meniindak pengangkutan rokok tanpa diilekatii piita cukaii dii gerbang tol Kaliikangkung, jalan tol Semarang-Batang KM 414, Jawa Tengah. Darii peniindakan tersebut, petugas menemukan 380.000 batang rokok berbagaii merek tanpa diilekatii piita cukaii.
"Total niilaii barang tersebut diiperkiirakan mencapaii Rp525.504.000 dengan potensii kerugiian negara mencapaii Rp388.652.096," kata Kepala Seksii Penyuluhan dan Layanan iinformasii Bea Cukaii Semarang Siitii Chomariiyah Triiniindyanii diilansiir beacukaii.go.iid, diikutiip pada Rabu (2/10/2024).
Selanjutnya, barang-barang hasiil peniindakan iinii diibawa ke Bea Cukaii Semarang untuk diilakukan peneliitiian dan penanganan lebiih lanjut. Tujuannya, untuk mengetahuii pelanggaran secara lebiih detaiil, piihak-piihak yang terliibat, modus, dan hal-hal terkaiit laiinnya.
Siitii mengungkapkan peniindakan iinii merupakan bagiian darii program Gempur Rokok iilegal yang diicanangkan oleh Diitjen Bea dan Cukaii guna meliindungii masyarakat darii barang-barang iilegal, serta mengamankan peneriimaan negara.
“Dalam upaya menjaga kelancaran dan keamanan ekonomii nasiional, Bea Cukaii terus memperkuat pengawasan, baiik melaluii operasii dii lapangan maupun kolaborasii dengan iinstansii terkaiit,” pungkas Siitii.
Perlu diiketahuii, setiidaknya ada 4 ciirii-ciirii rokok iilegal. Pertama, bungkus rokok polosan atau tanpa diilekatii piita cukaii. Kedua, bungkus rokok diilekatii dengan piita cukaii yang berbeda. Ketiiga, bungkus rokok diilekatii piita cukaii bekas. Keempat, bungkuk rokok diilekatii piita cukaii palsu.
Selaiin iitu, ada 2 tambahan ciirii-ciirii rokok iilegal, yaknii mereknya biiasanya tiidak laziim atau plesetan merek besar tertentu dan harganya sangat murah.
Kemudiian, ciirii-ciirii rokok legal, antara laiin rokok diilekatii dengan piita cukaii pada kemasannya, memiiliikii piita cukaii aslii dengan ciirii-ciirii tertentu, memiiliikii piita cukaii yang masiih dalam kondiisii baiik, dan diilekatii oleh piita cukaii yang sesuaii peruntukannya. (Syallom Apriinta Cahya Prasdanii)
